Uncategorized

Siapkan Diri Karena Yang Pasti di Dunia Ini adalah Ketidakpastian


Mungkin sering kita mendengar kata-kata yang pasti di dunia ini hanyalah kematian, dan sebenarnya menurut pendapat sebagian besar orang diantara kepastian itu adalah Ketidakpastian itu sendiri. Apa kita bisa menentukan kedepannya kita akan seperti apa?mau menikah sama si A? Dan Akan terus bekerja di tempat B? Gak bisa kan..Gak ada yang pasti bro…

Karena semua serba gak pasti, maka siapkan diri kita. Kita gak tau kapan kita akan mati, maka bekali diri untuk menghandapi itu. Kita juga gak tau mau nikah sama siapa, maka bekali diri untuk bisa benar-benar siap menjalani kehidupan rumah’ tangga. Bahkan, kita gak tau apakah kedepannya kita akan terus bekerja di tempat yang sama seperti saat ini, maka cobalah belajar hal-hal lain agar kita siap, andaikan kita berhenti kerja.

Dalam posisi nyaman, memang kadang kita lupa dengan Ketidakpastian di masa yang akan datang. Kondisi perekonomian nanti belum tentu dalam suasana yang sama dengan saat ini. Apakah bumi masih akan terus menerima kita kalau kita stagnan dengan besar kemampuan kita saat ini?. Generasi muda penerus pastinya jauh lebih kreatif dibanding kita yang usianya semakin merapuh. Nerimo?ya kalau mau seperti itu silakan…tapi malulah dengan Allah yang memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu sampai di liang lahat…

Stasiun pasar Senen, 10 sept 2016

Alur Hidupku · Diary · Motivasi

Pengalaman diterima DIV Tugas Belajar PKN STAN 2016/2017


Assalamu’alaikum….

Syukur alhamdulilah saya ucapkan kepada Allah SWT karena akhirnya saya resmi berstatus sebagai mahasiswa DIV Politeknik Keuangan Negara STAN setelah melalui beberapa tahapan yaitu Tes Tahap I, Tes Tahap II, Daftar Ulang, Capacity Building (tp gak jadi) dan orientasi. Saya juga mengucapkan terima kasih banyak atas doa-doa tulus mamak, keluarga, keluarga besar KPP Pratama Tarakan dan semuanya karena tanpa doa kalian dan atas ijin Allah saya gak akan bisa lulus. Memang semua tergantung atas ikhtiar kita dan berakhir dengan takdir Allah. Tetapi setidaknya saya mencoba membagi pengalaman saya hingga bisa lulus dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang memang berniat untuk daftar DIV Tugas Belajar PKN STAN tahun berikutnya. Langsung saja ya…

Kebetulan saya bertugas di instansi pajak tepatnya di KPP Pratama Tarakan. Sejak penempatan pertama yaitu april 2014 hingga agustus 2016, cukup lama ya kira-kira 2 tahun 5 bulan. Dalam rentang waktu itu ngapain aja?hmmm….awal mula penempatan di Tarakan merasa sedih, karena jauh dari kampung halaman..apalagi saya anak terakhir yg diharapin dekat ma ortu. Rasa sedih itulah yang membuat saya bersumpah serapah alias berjanji untuk semangat belajar agar bisa cepat balik melalui tes DIV. Karena bagaimanapun kalau mengarapakan mutasi ke homebase untuk level pelaksana, bisa dibilang mustahil..TAPI janji itu ternyata manis di awal….hehe. Kita terlena setelah merasakan kerja entah itu alasan sibuk, atau bahkan sok sibuk. Ya kalau saya jujur gak tau kenapa rasa malas itu ada, mau belajar rasanya mata dan jiwa ini lelah bro…tentunya karena menunggu untuk bisa ikut tes terlalu lama juga, 2 tahun sejak CPNS bro (CPNS baru Oktober 2013), tetapi besrsyukur ada instansi yang syaratnya 2 tahun sejak PNS. Menungguin calon aja kadang lelah juga. Ya gak brohh…:mrgreen: Apa daya waktu terlena dengan rutinitas kantor, waktu luang cuma buat refreshing, sampai berbagai olahraga saya ikuti, jogging, badminton, futsal, karate, ngaji biar adem. Kalau gak diisi seperti itu lama kelamaan bisa stress, tapi alhamdulilah masih aktivitas yang positif. 

Muncul pengumuman adanya USM D III khusus dan D IV Tugas Belajar PKN STAN 2016/2017  kisaran awal bulan mei 2016 kalau gak salah. Yang perlu diperhatikan dari pengumuman tersebut antara lain syarat administrasi, pendaftaran online, dan jadwal ujian.

1. Syarat administrasi

Berupa kelengkapan-kelengkapan yang harus dikirim segera ke kanwil masing-masing, meliputi surat usulan, pernyataan tidak kena hukuman disiplin, penilaian kinerja dari atasan, foto kopi SK PNS dan CPNS, dan Surat keterangan sehat. Ini harus segera dikirim karena terkait batas waktu yang ditentukan. Akibatnya jika tidak terkirim tepat waktu dan tidak lengkap maka dinyatakan tidak lolos administrasi…gak bisa lanjut dah…

2. Pendaftaran online

Bagi peserta yang sudah dinyatakan lolos administrasi juga harus segera masuk ke situs yang telah disediakan untuk mendaftar online. Yang perlu diperhatikan selain ada jangka waktu pendaftaran online juga terkait pengisian. Data harus diisi benar wabil khusus jurusan, harus sesuai dengan surat usulan sebelumnya. Bisa dibayangkan kalau beda…#terlihatmain2kan… Selain itu pilih lokasi ujian dengan mantap, karena sekali milih dan disimpan maka tidak bisa dirubah kembali.

3. Jadwal ujian

Ujian dibagi dua tahap. Tahap pertama meliputi Ujian Akuntansi (Khusus D IV) dan Tes Potensi Akademik+b.inggris (D III khusus dan D IV Akuntansi). Ujian Tahap pertama kurang lebih 1 bulan dari pengumuman awal. Jadi bener-bener disiapin dah…apalagi untuk D IV ada ujian akuntansi. Kalau saya waktu itu setiap hari setelah jam kerja kantor saya sempetin baca materi akuntansi modul PSAK kakak kelas..swear, baca aja gak ngerti-ngerti apalagi yang gak baca. Oiya…akuntansi untuk D IV akuntansi meliputi akuntansi keuangan, manajemen keuangan, dan akuntansi biaya. Masih ingat?enggak kan? Sama..makanya harus baca!!!.

Waktu ujian tiba…untuk kisi-kisinya, ujian akuntansi kalau gak salah terdiri dari 100 soal dengan waktu pengerjaan 90 menit. Porsinya masing-masing saya agak lupa, tapi yang jelas akuntansi keuangannya lebih banyak dibanding akuntansi biaya dan manajemen keuangan. Oiya boleh nggunain kalkulator tapi kalkulator yang manual gak boleh yang ada rumus2nya..Nah soal yang keluar sebagian hitungan dan sebagian konsep teori. Jadi mending baca untuk memahami konsep teori, hitungannya juga gak terlalu banyak. Saran saya dikerjain semua, pilih jenis soal yang kamu anggap kamu benar-benar yakin, baru soal yang sulit. Kalau saya waktu itu pilih teori dan hitungan yang mudah dulu, baru ngerjain hitungan cost accounting dan mankeu. Aturan soal waktu itu tidak ada nilai minus kalo salah.Tapi hati2 siapa tahu tahun depan aturannya beda.

Untuk Tes Potensi Akademik, soalnya sama dengan waktu USM D I / D III terdiri dari arti kata, sinonim, antonim, analogi, hitung matematika, deret matematika, dan gambar. Bedanya kalau yang tes ini, tingkat kesulitan soal lebih besar. Untuk arti kata, sinonim, dan antonim memakai bahasa planet, yang gak saya ngerti, di situ banyak yang kosong. Untuk matematikanya juga lebih rumit. Kalau saran saya si banyakin latihan, latihan soal khusus D IV, jangan soal yang USM D I/ DIII. Di internet lumayan banyak soalnya. Tapi soal tahun-tahun 2015 ke atas pasti gak ada karena soal dikembalikan ke pengawas. Tes ini berjumlah 120 soal. Waktu pengerjaan 100 menit. Selesai??jelas enggak…tapi sebaiknya minimal ngerjain 90 soal. Waktu itu saya cuma ngerjain 80 soal lebih. Kalau mau gambling silakan asal yang yakin benar sudah banyak. Untuk penilaian Nilai benar ditambah 4 kalau salah minus 1.

Bahasa inggris soalnya seperti USM pada umumnya. Yang saya rasakan bahasanya emang lebih sulit. Terdiri atas structure, error analysis, dan article. Soal berjumlah 60 dengan waktu pengerjaan 50 menit. Saya sendiri jujur gak bisa bahasa inggris, alhasil saya cuma berhasil menyelesaikan 50 soal. Itu pun gak yakin benar.

Setelah ujian 2 hari akhirnya saya lega (lemes gila). Gak yakin lolos. Tapi lillahita’ala, tawakal, pasrahkan pada Allah. Untuk menghilangkan kepenatan yasudah kita nonton film maklum di Tarakan gak ada bioskop.

2 minggu menunggu, pengumuman yang lulus tahap I keluar. Untuk D IV akuntansi diambil 200 dari sekitar 1000 lebih. Alhamdulilah namaku ada. Dijadwalkan 2 minggu berikutnya ujian tahap II Psikotes.

Meskipun namanya ujian psikotes, tetep aja, mau gak mau harus mempelajari dan latihan. Tes psikotes meliputi tes pilihan yang sesuai kepribadian peserta, gambar warteg, gambar orang, gambar pohon, dan hitung koran. Latihan saya didapat dari internet.

Gambar warteg; yang penting jangan gambar berurutan. Kalau saya memulai dari gambar no. 8 s.d.5 terus no. 1 s.d 4. Untuk pola melengkung sebaiknya digambar makhluk hidup. Itu saya ikuti tapi satu diantaranya saya gambar masjid. Untuk pola lurus bisa diambar benda mati.

Gambar orang; sesuaikan dengan jenis kelamin kita. Gambar orang yang mempunyai profesi dan sedang melakukan aktivitas. Gambar berada di tengah-tengah dan jangan terlalu kecil. Kalau bisa sekali gores waktu menggambar biar tidak menunjukkan keragu-raguan. Benar-benar harus berlatih karena waktu menggambar juga singkat. Waktu itu saya menggambar guru sedang mengajar. Saya gambar papan tulis, buku, dan ruangannya juga.

Gambar pohon; gambarkan pohon berjenis dikotil. Gambarlah di tengah-tengah dan jangan terlalu kecil. Gambarlah secara lengkap dimulai dari akar, tanah, batang, ranting, daun, dan buah. Waktu itu saya menggambar pohon nangka. Ini harus cepat juga nggambarnya. Jadi lebih baik latihan dulu.

Tes pilihan kepribadian; ini gak perlu belajar, yang penting sesuai dengan kepribadian. Karena ada beberapa soal yang diulang-ulang. Kalau dibuat-buat pasti tidak konsisten.

Setelah tes psikotes, pengumuman akhir akan diumumkan sekitar 1 bulan. 1 bulan menunggu dengan sabar dan terus berdoa akhirnya pengumuman itu datang dan nama saya alhamdulilah ada. Dari 200 orang yang lulus tahap 1, hanya diambil 159. 

Intinya sebenarnya ikhtiar dan berdoa. Minta doa orang tua itu harus…

Nah setelah lulus, baru daftar ulang di bintaro, capacity building (tapi gak jadi) dan orientasi. Kuliahnya di BPPK purnawarman. 

Mungkin itu aja, just share buat teman-teman yang ingin kuliah D IV di PKN STAN, semoga bermanfaat..:)

Wassalamu’alaikum…

Kosan di Kemang Utara, 4 Sept 2016

Alur Hidupku · Diary · Uncategorized

Ikhlas melepasnya


Teori ikhlas memang lebih mudah dibandingkan prakteknya. Ya begitulah yang saya rasakan selama ini. Butuh waktu lama dan alasan yang kuat untuk kita bisa bilang ikhlas. Umpamakan kita akan melakukan sedekah/amal, kita pasti sedikit berfikir lama untuk sedekah/amal dengan nominal yang besar. Selain itu butuh alasan yang kuat (tulus mengharap Ridho-Nya) agar kita bisa ikhlas dalam melakukan sedekah/amal tersebut.

Begitu juga dengannya. Setelah sekian lama kita saling mengenal satu sama lain. Hubungan semakin dekat bahkan rencana-rencana bahagia sudah terukir bersama, tak mudah bagi saya untuk merelakan dia pergi meskipun kata usai sudah terucapa lewat bibir kita berdua.

Iya…memang saya lah yang tak merelakan dia pergi. Saya lah yang berusaha meyakinkan dia untuk kembali dan mengharap kata maaf dia beri, dan saya juga lah yang berusaha untuk setia menanti dia kembali sampai waktu yang tak pasti.

Tapi, tidak untuk dia…

Dan akhirnya, tibalah waktunya kesabaran saya sudah tidak mampu untuk mengharapkannya kembali. Tulus…selama ini yang saya berikan, lama kelamaan akan pupus termakan oleh acuhnya dia…

Itulah alasan yang kuat buat saya membuka hati, mungkin memang kita tidak berjodoh…

Bandara Adisutjipto, 13-07-2016

 

 

Alur Hidupku · Diary · Uncategorized

Ramadhan ke-3 di Tarakan


Assalamu’alaikum…

Marhaban ya Ramadhan..Alhamdulilah masih bisa merasakan puasa ramadhan lagi kali ini. Alhamdulilah masih diberi umur panjang sehingga masih bisa menikmati ramadhan 1437 H, masih bisa mencari keridhoan Allah SWT.

Ternyata sudah ketiga kalinya saya puasa di Tarakan. Sebenarnya baru jalan 2 tahun lebih saya di tarakan. Dulu penempatan awal memang mendekati puasa ramadhan.

Sebuah harapan yang tak henti-hentinya adalah ini ramadhan terakhir saya di Tarakan. Saya ingin ramadhan tahun depan berada di jawa. Bukannya saya tidak betah berada di sini. Tapi ijinkan saya dekat dengan ibu saya, yang paling tidak bisa sebulan sekali saya nengok beliau yang tinggal sendiri. Ijinkan saya bisa lebih berbakti jika tinggal dekat atau bersama ibu saya.

Tidak betah di tarakan, itu bukan alasan saya. Alhamdulilah di tarakan saya bertemu dengan teman-teman yang membuat saya nyaman. Alhamdulilah juga saya masih didekatkan dengan islam dengan terus semangat mengaji bersama teman2 yang luar biasa.

Tapi alasan saya adalah ibu….tidak ada alasan saya untuk tak berbakti pada ibu. Tidak ada cukup alasan bagi saya tidak peduli sama ibu. Dia begitu luar biasa bagi saya. Mungkin di lihat dari luar saya tidak seberuntung teman2 saya yang dilahirkan dari keluarga kaya…tapi dari situlah saya belajar tentang arti perjuangan, usaha, dan doa…

Makasih mak….dari anakmu…doakan saya cepat kembali…

 

Uncategorized

Doa dan Tawaqal Setelah Ikhtiar


Gejolak hati dan jiwa ternyata tak dapat dihindari. Mungkin ini yang semestinya saya lakukan saat ini. Bukan meratapi, memikirkan yang nggak-nggak atau bahkan depresi, melainkan terus berdoa dan tawaqal kepada Allah SWT .Tapi memang ini sulit. Dari awal saya niatkan lillahita’ala. Saya berfikir apa pun hasilnya nanti itu udah jadi keputusan Allah dan itu pasti terbaik untuk saya..ya…mudah2an saya bisa…

Dan harapan itu selalu ada untuk orang yang berdoa…

Berdoa….itulah yang harus terus saya lakukan. Bukankah kekuatan doa bisa merubah suatu keputusan atas kehendak Allah.

Minta doa, mungkin itu juga yang akan saya lakukan. Kita tidak tahu doa siapa yang akan dikabulkan Allah. Mungkin doa ibu kita…bukankah restu ibu akan jadi restu Allah begitu juga sebaliknya, murka ibu akan jadi murka Allah…

Atau mungkin doa saudara2 kita yang sholeh dan sholehah…semuanya atas kehendak Allah…

Jadi….sekarang…saya harus terus berdoa sebelum hasil tiba…

 

Diary · Uncategorized

Doa


Selain usaha mungkin dengan kekuatan ini aku masih punya asa,

Saat aku merasa tidak bisa, dengan ini aku merasa pasti bisa,

Saat aku merasa sendiri, dengan ini aku bebas bercerita dengan Sang Pencipta,

Saat aku merasa punya banyak masalah, dengan ini aku merasa baik-baik aja..

 

Alur Hidupku · Uncategorized

Belajar mengerti


Belajarlah mengerti orang lain, entah itu perasaan, harapan, keadaan, apapun itu. lawan bicara kita bukanlah patung yang bisa seenaknya diperlakukan, tidak dihiraukan. Mereka bisa saja marah, kecewa, sakit hati, bahkan berubah menjadi benci karena sikap kita yang dibilang tidak mengerti.

coba belajarlah mengerti, karena tidak bisa hanya dia ato mereka yang ngertiin kita, sedangkan kita tidak bisa mengerti…

ketika mereka sudah bilang bahwa mereka butuh dimengerti, berarti memang bisa dibilang kita gagal untuk ngertiin mereka. Janganlah keras kepala, merasa kita yang paling benar, yang paling tahu sehingga tak menghiraukan kata-kata itu. Ego kita kadang yang membuat kita tidak mengerti, dengan alasan apa pun yang kita ucapkan tetap aja kita memang tidak ngertiin mereka…

 

coba tanyakan hati,.. kita ato mereka yang tidak mengerti…

gimana kalo kita jadi mereka, yang sudah ngertiin kita, tapi kita tidak pernah bisa mengerti…sakit bukan….

 

 

Aktivitas · Alur Hidupku · Diary · Umum

Kena Marah Wajib Pajak di Kantor, itu sudah biasa


Hari ini, kamis, 01 Oktober 2015 saya masih menggantikan tugas teman saya yang lagi diklat untuk menjadi petugas pendaftaran NPWP di TPT. Awal bulan sebagai awal harapan, mestinya saya berharap bisa menjalani hari ini dengan penuh semangat, dengan kelancaran tugas dan hari-hari yang mulus aja.

Sudah biasa kalau komplain WP terkait masalah pengeposan NPWP yang tidak sampai, kali ini masalahnya lain. Entah salah siapa, saya, dia, ato, mereka, ato mungkin waktu yang harus dipersalahkan…heheheh ūüôā . Tapi ini masalahnya cukup serius.

Kronologisnya, mungkin seperti ini. Wajib pajak mengajukan permohonan pengurangan sanski PMK-91. Syarat-syarat sudah dipenuhi. Mungkin WP waktu itu kurang begitu mengerti syarat-syarat apa aja yang harus dilengkapi saat permohonan diajukan. Sehingga pada saat permohonan awal, WP bolak-balik ke kantor untuk ngelengkapi itu semua. Ok…masalah itu sudah beres. TPT sudah terima berkas itu dengan keterangan lengkap. Dari TPT di teruskan ke petugas untuk mengecek kelengkapan dan selanjutnya diteruskan ke pejabat yang berwenang.

Selang beberapa bulan berlalu, aman-aman aja, adem ayem. Tiba-tiba di hari sebelum saya menulis cerita ini. WP mengadu ke kantor, dia Curhat kalau dia mendapat telepon dari pejabat yang berwenang, kalau harus ngelengkapi permohonan yang dulu diajukan. Dia minta bantuan ke saya untuk menjelaskan dan minta kejelasan orang yang telepon WP tersebut. Ok…dengan penuh kesadaran sebagai pegawai ¬†ūüėÄ saya¬†bersedia membantu, karena emang kewajibannya c…hehehe. saya¬†telepon ke pejabat tersebut, minta kejelasan ini itu, ok..saya tau permasalahannya, meskipun sedikit bingung, karena saya merasa kelengkapan data sudah dipenuhi. Tapi yasudahlah gpp, ini masalah sepele, pikirku. Tinggal telepon WP njelasin untuk ngelengkapi kekurangnya. Dan itu pun sudah saya lsayakan, WP bilang besok hari mau ketemu saya. Dari ini saya berfikir WP paham dan akan beres masalahnya.

Hari besoknya, tepatnya tanggal 01 Oktober 2015, di mana saya senang karena gaji turun, hehehe tapi kepotong kredit bank..wkwkwk WP tersebut menepati janjinya untuk ketemu saya. Lucunya dia nanya ke kantor sebelah, yang namanya Bapak Mustofa mana?….kebetulan saya dengar pertanyaan wp tersebut, dalam hati…padahal kemarin kan sudah ngobrol sama saya. Segampang itu kah dia melupakan namsaya…haha #ngaco. Untungnya nama saya terkenal di antara pegawai yang lainnya (padahal sudah biasa sesama pegawai saling kenal). Lalu salah satu pegawai menunjuk ke arah saya “itu Pak…yang imut2 itu…. Dan WP itu akhirnya bertemu saya, setiap bertemu dia naroh tanda pengenal entah itu kepolisian, brimob atau apa, karena memang saya gak tau. Pikirku Maksudnya apa nih…biar saya tsayat kah…Dia menaruh kelengkapannya dan meminta saya untuk mengirimkan. Oke…siap Pak Komandan…Dan ternyata saya baru sadar yang dibawa ternyata bukan kelengkapan yang dimaksud. Salahnya saya nggk begitu memperhatikan. Sedangkan WPnya sudah pulang. Akhirnya saya telepon lagi WP tersebut, minta maaf dan menjelaskan sejelas-jelasnya, serinci-rincinya, berulang kali dan WPnya merasa udah ngerti dan fine dia mau balik lagi bertemu saya. Yang perlu diketahui yang bertemu dengan saya berulang kali hanyalah pihak yang disuruh orang yang saya telepon.

Siang mendekati dhuhur, dia datang. Dari Awal c…emang mukanya sangar, Badanya tegap, tapi kali ini mukanya tampak kesal. Akhirnya dia datang ke saya, bicara dengan nada tinggi, seisi ruangan TPT pasti dengar semua. Satpam melongo melihatnya, teman TPT yang lain terheran melihatnya, kantor sebelah juga asyik mendengar drama yang sedang saya pertunjukkan hari ini. Entahlah….untungnya kali ini saya bisa sabar mungkin karena inget puasa. saya sendiri juga bingung menaggapinya, WP sendiri bicara gak putus-putus, merasa kesal, merasa cape, merasa dipermainkan, ingin menuntut teman tpt saya, dll. Saya hanya senyum-senyum aja, dan pelan-pelan menjelaskan Salah satu teman TPT juga merasa kasihan dengan saya dan mendekati saya, nanyakan apa permasalahannya, dan dia mengajak masuk saya, bicara-bicara…biar ¬†WPnya juga tenang dulu di depan. Akhirnya saya keluar lagi, dan memanggil bapaknya, saya jelaskan…begini begono begitu, dan dia minta nomor telepon pejabat tadi dan emailnya.

Hmmmmm….sebenarnya masalah gambang, WP cari arsipnya¬†dan ketika ketemu tinggal dikirim via email…

okelah hari pertama di awal bulan oktober, terjadi drama emosi yang mengguncang hati dan pikiran saya.

Tarakan, 01/10/2015

Uncategorized

Aku tahu…


Aku tahu…

kau sangat menyayangiku

Kau menungguku telepon setiap waktu

Kau khawatir tak mendengar kabarku

Kau berharap aku kembali dekat denganmu

Aku tahu…tapi aku nggak mau kau tahu kalau aku berperasaan sama ¬†denganmu

aku memang kadang menunjukkan rasa itu kepadamu

Tapi aku slalu sadar untuk mengakiri rasa itu

karena kalau aku rindu, kau akan merasa lebih rindu

kalau aku sakit, kau akan merasa lebih sakit

Tenanglah…aku akan baik-baik saja

aku akan selalu dengar perkataanmu

aku akan selalu berdoa untuk keinginanmu

katamu semakin yg byk berdoa, Allah akan segera mengabulkan

meskipun aku ketawa saat dengar kata itu terucap darimu…sebenarnya aku selalu mengamininya..

dan tenanglah Allah akan memberikan yang terbaik buat kita

#ibu

tarakan, 28/09/2015

Puisi · Sastraku

Untukmu Sang Waktu


Entah apa yang harus ku tanya

Karena kau hanya berdiam tak bicara

Karena kau juga tak bisa ku duga

Apa aku harus menunggu

Menunggu kau berlalu

Atau harus melangkah dahulu

Menuju apa yang ku mau

Tapi ini tak kan bisa

Dunia sudah berbeda

Mungkin raga tak berdaya

Ku serahkan pada yang kuasa