Puisi

Rindu


Tibalah waktu

Saat kau terdiam sebentar

Mata tak berkedip

Melamunkan sesuatu…itu rindu…

 

Mungkin ini yang sedang hadir di hatiku…

Kamu…

Rasanya tak salah aku merasakan itu

Jauh dari kamu, hidup tak bersamamu, aku rindu

 

Memang…

Dunia ini penuh dengan syarat

Mungkin belum saatnya mata kita berdekat

Atau tangan kita berpegang erat

Bahkan untuk saling mendekap

Hanya satu harap

Hati ini selalu melekat…

 

 

 

 

 

 

 

 

Puisi · Sastraku

Untukmu Sang Waktu


Entah apa yang harus ku tanya

Karena kau hanya berdiam tak bicara

Karena kau juga tak bisa ku duga

Apa aku harus menunggu

Menunggu kau berlalu

Atau harus melangkah dahulu

Menuju apa yang ku mau

Tapi ini tak kan bisa

Dunia sudah berbeda

Mungkin raga tak berdaya

Ku serahkan pada yang kuasa

Puisi · Sastraku

Seperti Bulan dan Bintang saat Hujan


Aku hanyalah sang malam

Hidupku gelap dan bahkan kelam

Apalagi tiba saatnya hujan

Aku sendiri tanpa berteman

Tidakkah engkau tau

Tanpa sinar dan cahayamu

Kau begitu jauh bahkan acuh

Tak menyapa diam membisu

 

Seperti bulan dan bintang di malam hari

Ku ingin jadikan peranmu ini

Kujadikan kau bukan hanya  sebagai teman

Ataupun kawan dekat, melainkan pasangan

 

Tetapi…

Mungkin ini hanya mimpi-mimpiku

Kau tak bisa selalu tentramkan hatiku

Kau hanyalah bintang dan bulan saat hujan

Bersembunyi dibalik gelapnya awan

Hanya diam, acuh, atau mungkin tak berperasaan

Meskipun malam mencekam, menjerit kesepian

 

Bulan dan Bintang…

Bukankah Tuhan takdirkanmu untukku

Untuk pasangan gelap malamku

Tapi ku mohon padamu

Janganlah kau sebagai bulan dan bintang saat hujan

Itu hanyalah sebuah perumpamaan

Jadikan malamku indah dengan sinarmu

Jadikan malamku indah dengan gemerlapmu

Sediakah engkau??

Sebuah pertanyaan tanpa jawaban…

Mungkin angin malam tak sampaikan pesan…

Ataukah dirimu yang selalu diam tertahan..

 

Puisi · Sastraku

Sang pengembara


Terlahir dari rahim wanita suci

Belum punya dosa apalagi mimpi

Ibarat kertas putih yang siap diukir

Diberi nuansa warna warni

Hingga detak jantung bumi berhenti

 

Tak peduli wanita atau lelaki

Yang terlahir sebagai makhluk bumi

Ia terlahir sebagai pengembara dunia

Akhirat adalah tujuannya

 

Sang pengembara dunia

Dia berhak menentukan jalannya

Jangan sampai terlena dunia fana

Yang akan merusak hidupnya

 

Jadilah pengembara sejati

Ingatlah akhiratmu nanti

Jadikanlah hidupmu berarti

Bukankah kebahagiaan hakiki yang kau cari….

Puisi · Sastraku

Yang kubutuh terangNya dalam gelapku


Malam ini ku sebut malamnya malam

Berbintang tapi tak telihat kerlap kerlipnya

Ramahnya angin tak menyentuh tubuhku

Sunyinya malam tak menenangkan istirahatku

Ini sungguh malamku bukan untuk mereka

Inikah kisah gelapku di malam?

ku harus merasakan hujan yang nyatanya tak hujan

ku harus merasakan jeritan hati yang nyatanya tak ada kilatan dan deru petir

ku harus merasakan pahit yang nyatanya ku tak sakit

ku tahu malamku ini memang berbeda dengan malam mereka

inilah giliranku mendapat teguranNya

TerangNya belum terlihat..

Esok pagikah..

Siang..

Ataukah malam..

Ku yakin datang, inilah keyakinan iman..

Malam…yang kubutuh terangNya dalam gelapku malam ini

Mimpi pun kan kuraih walaupun tertatih tatih

Inilah sebuah perjalanan yang tiada letih

#TA time

Puisi · Sastraku

Indahnya senyuman


Bukanlah pemandangan, yang indah dilihat

Bukanlah permata, yang indah dipakai

Bukanlah seksi, yang indah ditampilkan

Bukanlah cantik, yang indah dipamerkan

Ini hanyalah senyuman yang membawa cinta

Indah dilihat, ditampilkan, dipamerkan

Senyuman yang membawa ibadah

Puisi · Sastraku

Si Keras dan Si Lembut


Tak seperti batu, bahkan ini lebih keras lagi..

Memang kadang kerasnya tidak bisa terkendali..

Entah egois, gak mau kalah, atau merasa paling berani..

Harga diri kedudukannya paling tinggi..

 

Si lembut ini adalah penyejuknya..

Menenangkan, bahkan meredakan emosinya..

Si lembut mempunyai mantera ampuh mengendalikannya..

Si lembut bermain dengan hati, tanpa emosi

 

Keduanya berbeda, tetapi bersatu..

Si keras yang menguatkan, si lembut yang menyejukkan..

Ini sudah menjadi tabiat mereka berdua..

Dipersatukan dalam bahtera rumah tangga..