Agama · Ilmu · Motivasi · Umum · Uncategorized

Be a Leader like Muhammad SAW


Menjadi pemimpin memang tidak mudah. Bahkan menjadi pemimpin bagi diri sendiri, mungkin bisa dikatakan banyak sekali orang yang gagal. Karena memang kebanyakan orang adalah follower atau menjadi pengikut.

Memulai perkuliahan di semester 9 ini, di usia yang sudah tidak muda lagi, dan sebentar lagi jadi seorang Ayah, saya sendiri masih merasa belum bisa menjadi pemimpin senyatanya.

Pertanyaan yang muncul di kelas, bagaimana menjadi pemimpin yang bepengaruh? Artinya bahwa seorang pemimpin harus memunyai manajemen stratejik yang mempunyai visi dan misi ke depan. Dan jawaban yang cukup membuat saya terdiam membisu alias melongok, He said that we must be a leader like Muhammad SAW. Pikir saya “Betul juga”. Nabi Muhammad SAW dikarunia sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas), Tablig (Menyampaikan dan berpengaruh). So Perfect…… 😀 dalam teorinya “Seorang Pemimpin harus mampu menerapkan manajemen stratejik (dia harus punya ART n SCIENCE). Pinter aja gak cukup…..

GOOD LEADER IS GOOD TEACHER

LEADER HAS A VISION AND FOLLOWERS, how about u and me?

Sudah punya visi dan follower belum… Eits….kalau yang sudah berumah tangga, setidaknya istri sudah dukung visi km belom? 😀

 

 

 

Agama · Ilmu

Baca Doa: Galau Menunggu Penempatan?


Artinya: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong.” (Al-Isra‘: 80).

          Mulai aku tahu doa ini dari hasil mentoring, mudah-mudahan aku bisa mengamalkannya. Teman-teman yang mengalami nasib yang sama, sedang menunggu penempatan kerja, di mana lokasinya, bagaimana lingkungannya, bagaimana pegawai juga bos kita nantinya. Apakah tempat itu membuat kita akan nyaman, betah, atau malah membuat kita menjadi seperti orang asing, tiada bersahabat..hehehe :). Udah..jangan mikir yang enggak-engggak dulu. Tenang-tenang ada doa yang insya Allah membuat hati kita adem ayem, bisa nerima keputusan yang ada..aamiin.

        Daripada galau, mikir yang enggak-enggak bacalah doa ini. Doa meminta suatu tempat yang baik buat kita, lingkungannya mendukung tidak menjerumuskan kita, bos-bos dan pegawai lainnya baik ma kita. Itu kan yang kita inginkan. Setelah membaca doa ini dengan serius/kusyu dan rutin, nanti pas kita tahu lokasi penempatan dan instansi, insya Allah kita bisa terima dengan lapang dada. Berarti Allah memutuskan bahwa tempat itu yang terbaik buat kita. Ya enggak?pada setuju…#bismillah aja dah…

          Oya…dari mentoring pertemuan terakhir menjelang wisuda, ada pesan-pesan dari mentor untuk kita-kita nih yang mau terjun kerja. So pasti kita tahu lingkungan kerja nanti orang itu bermacam-macam. Intinya kita harus bisa nyesuain, TAPI tetap pada akidah kita ya. Jangan sampai melenceng ke arah-arah yang nggak bener. Selain itu juga kita tetep harus menjaga tarbiyah alias acara-acara mentoring seperti ini. Aku pribadi nih ya..merasa mentoring itu sangat bermanfaat, selain menambah wawasan keagamaan aku yang masih sangat-sangat cetek, juga menentramkan hati. Bisa sharing-sharing ma temen, bisa tersenyum bersama menanggapi sebuah topik, banyak dah. Intinya si itu, yang belum mentoring ya coba deh ikut mentoring, yang sudah mari kita jaga semangatnya… 😀

Agama · Ilmu

Doa Orang Tua


          Doa bagiku adalah sebuah kewajiban. Paling tidak setiap kali, akan melakukan suatu hal kita baca doa. Ketika mau makan, tidur, kamar kecil, dsb. Minimal bacaan “basmalah”. Aku kagum dengan orang-orang tua yang aku temui ketika mereka mau naik angkot, bus, kereta, atau pun jenis kendaraan lainnya. Mereka tidak lupa mengucapkan bacaan basmalah dengan agak keras saat mau memasuki atau pun ketika kendaraan tersebut mulai jalan. Terkadang kita sebagai anak muda sering lupa untuk melakukan hal semacam itu. Padahal itu sangat penting. Pernah dengar dalam acara kajian di televisi. Apabila kita membaca doa ketika kita melakukan suatu hal kebaikan, insya Allah jika kita meninggal dalam kegiatan tersebut, kita tergolong meninggal dalam keadaan yang baik (khusnul khotimah).

          Lain lagi dengan doa yang satu ini yaitu doa orang tua. Sangat bersyukur sekali ketika masih mempunyai kedua orang tua lengkap. Pastinya doa keduanya selalu bisa didapatkan. Seperti ajaran dalam agama islam yang selalu tertanam dalam diri ini, bahwa ridho Allah ada pada ridho orang tua. Oleh karenanya doa orang tua kepada anaknya sangat mustajab, Insya Allah. Maka dari itu setiap ada rencana yang penting, tak lupa kita harus meminta restu orang tua. Entah itu, kala mau ujian, mau lamar kerja, mau lamar nikah, dsb. Kalau penulis pribadi, meminta doa orang tua itu menyebabkan hati menjadi tenteram. Ibarat mau melangkah, sudah tidak terasa berat lagi dan ragu-ragu. Oleh karena itu, kita harus berbakti kepada kedua orang tua kita. Buatlah orang tua kita itu tersenyum dan selalu mendoakan yang terbaik buat kita..I love u…

 

 

 

Agama · Ilmu

Iman adalah utama


Ini adalah isi kultum sebelum Magrib yang saya rangkum dari Masjid An-Nashr Bintaro. Isinya kali ini menarik untuk saya sampaikan kembali. Kalau ada salah dalam penyampaian, mudah-mudahan saya diampuni oleh Allah SWT.

“Bicara tentang iman, tentu lawannya adalah kafir. Iman adalah mempercayai yang ghaib. Allah itu ghaib, gak bisa kita lihat dengan mata kita. Begitu juga dengan surga, neraka, nikmat kubur, siksa kubur, timbangan amal, dsb adalah ghaib. Hanya orang-orang yang beriman yang akan mempercayainya, meskipun secara nalar itu sulit. Sedangkan kafir adalah orang-orang yang tidak mempercayai itu semua.

Ingat!!!, segala amal yang orang lakukan, sedangkan orang tersebut adalah kafir, amal tersebut tidak akan diterima. Jadi meskipun orang tersebut banyak beramal ia akan masuk neraka jahanam karena kekafirannya.

Sangat disayangkan, fenomena-fenomena yang sering kita lihat di Indonesa. Hanya karena menginginkan hidung mancung kedalam, banyak yang ke luar agama alias MURTAD. Murtad adalah hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Apalagi hanya karena menikah. Seperti artis-artis yang menikah dengan orang luar negeri dan akhirnya pindah agama. Na’udzubillah..”

Terlintas di pemikiran saya dalam otak yang agak lelah berfikir karena berpuasa, apalagi mendekati berbuka, saat ini selain menikah dengan orang yang berbeda agama, yang menyebabkan murtad. Menikah seagama pun, ternyata banyak yang mendekati murtad akhir-akhirnya. Hmmm…lihat saja..misalkan Muslimah A menikah dengan pria B. Mungkin saat terjadi PDKT istilah Gaholnya,,si B itu menunjukkan sebuah kebaikan, sehingga si A itu tertarik dan yakin menikah dengannya. Padahal istilahnya ya..si B itu islam KTP. Pernikahan akhirnya terjadi. Baru setelah itu diketahuilah perilaku-perilaku si B yang sesungguhnya yang sangat bertentangan dengan pada waktu PDKT. Apa daya pernikahan sudah terjadi. Yang saya sering lihat, sangat sulit sekali Si B itu bisa berubah. Eh malah si A yang mengikuti perilaku si B, jarang sholat, perilaku bertentangan dengan agama, dsb..Padahal tahu sendiri, agama adalah pegangan utama dalam rumah tangga,, siapa yang jauh-jauh dengan agama, tidak akan ada keberkahan dalam rumah tangga tersebut”.

Kadang saya sendiri bingung, dalam Al-quran dituliskan, kamu akan dipasangkan dengan kaum yang dari JENISmu sendiri. Tetapi mengapa banyak kejadian yang muncul seperti pemikiran yang terlintas di otak lelah saya itu..Hahaha :).. Muslimah menikah dengan Preman (ibaratnya spt itu)…ya saya Husnudzon insya Allah,, Mungkin Allah menginginkan terjadi penyaluran agama, dari orang yang beragama ke orang yang kurang beragama..Hmm, saya pun berharap kelak demikian, mempunyai pasangan yang bisa menaikkan iman saya, ketika saya dalam kualitas iman yang rendah…hahaha :D,,Eits..intinya jaga iman kita, jangan sampe kita murtad, dan menjadi kafirun… 🙂 karena iman adalah utama, sebelum kita melakukan sesuatu apa pun.

 

 

 

Agama · Ilmu

Jangan Tinggalkan Sholat


Seringkali ketika melaksanakan sholat jum’at,khatib mengambil tema tentang sholat. Pelajaran itu mungkin sudah sering kita dengarkan baik itu dari mentoring, halaqah, pengajian, dsb. Tetapi mengapa selalu diulang-ulang. Jawabannya adalah karena begitu pentingnya sholat baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Amalan yang dihitung pertama kali di akhirat adalah sholat

Itulah yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Apalagi sholat itu hukumnya wajib. Meskinya kita sadar dan tahu kalau kita meninggalkan sholat, hukumnya adalah dosa. Tetapi kadang saya heran banyak sekali orang yang menyepelekan itu. Banyak orang lupa ketika berada dalam kenikmatan dunia, ketika sedang asyik bersenang-senang. Mudah-mudahan kita bisa menjaga sholat kita. Jangan lupa juga, sholat sunnahnya. Sempatkanlah!!!!

Sholat adalah tiang agama dan kehidupan

Kita bisa menilai seseorang, apakah dia itu muslim sejati atau bukan, pertama kali lihat sholatnya. Sangat kelihatan sekali ketika adzan berkumandang, dia segera pake sarung pergi ke masjid atau mushola. Ketika sudah waktu sholat, saling mengingatkan untuk sholat, dsb.

Sholat juga merupakan tiang kehidupan. Bayangkan jika kita hidup berumah tangga, tetapi tanpa dihiasi kegiatan sholat dan ajaran agama lainnya. Sangat mengerikan sekali. Ketika tiba suatu masalah, tidak ada tempat menenangkan diri, akhirnya lewat jalan keluar lainnya yang tidak halal, mabuk-mabukkan, judi, dsb. Rumah tangga bakalan berantakan.

Maka dari itu, marilah kita jaga sholat kita, sholat jamaah kita bagi laki-laki. Inget pesan orang tua di kampung, “jangan tinggalkan sholatnya ya nak”. Jangan karena nggak ada yang lihat seperti waktu kita ada di kampung, di rantau malah meninggalkan sholat. Ingat Allah lihat kita lho, dan ada malaikat yang selalu mencatat amal perbuatan kita. 😀

Agama · Ilmu

My noodle every night


Hey….this is my noodle. If i want to fast in monday and thursday, i often make it. It’s very easy to make it. You only buy one of noodle products, then you boil water enough by electric heater . If water came to the boil, you put it into electric heater. Wait seberal minutes until the noodle be flexible. The last you lift the noodle from heater and put it in the bowl.  This is very delicious food in my board. But if I am at home, my mother will always cooks much more delicious food of all for me. But it’s no problem. Fasting is very useful for me. It can make me be patient because i can mortify my flesh. It also makes me to be aware that i must say thanks to Allah. Fasting is suggestion from my prophet, Muhammad SAW. So if you do His suggestion you will get reward from your God, Allah. So….let’s fast in monday and thursday…hehehehehe 🙂

Agama · Ilmu · Kisah nyata · Sastraku

Sandiwara Langit


Sebuah kisah nyata bertabur Hikmah Penyubur Iman yang terlukiskan dalam buku berjudul “Sandiwara Langit” sungguh menarik saya untuk membacanya. Buku karangan Abu Umar Basyier  yang terbit tahun 2008 ini memberikan pesan tentang cinta kasih dua anak manusia yang beraroma surga. Dilengkapi konflik batin yang memuncak membuat kisah ini sangat menginspirasi dengan sifat dua tokoh utama yang sabar dan selalu ikhlas semata-mata demi ridhoNya.

“…Kenallah seorang ustadz dengan pemuda berusia 20 tahun yang selalu mengikuti acara pengajiannya. Pemuda ini bernama Risqaan yang taat dan rajin mengikuti acara pengajian. Sedangkan anak sebayannya lagi gemar-gemarnya main, nongkrong, hedon, hang out, club, dsb. Ini yang menggambarkan begitu taatnya dia ke Sang Pencipta.

Suatu ketika di acara pengajian yang digelar di masjid dekat dengan rumahnya, muka risqaan nampak bingung, seperti ada yang mau ditanyakan. Akhirnya sang ustadz menanyakannya. Dan risqaan akhirnya bicara, “Assalamu’alaikum ustadz…, gini ustadz saya mau nanya, apakah saya boleh nikah?. Sang ustadz menjawab, “Tentu saja boleh pemuda, Bahkan nikah itu ibadah”. “Tapi gini ustadz, saya tu baru berumur 20 tahun, belum juga punya pekerjaan. Apa ntar diterima oleh calon mertua saya?”. “Emang udah ada calonnya?”, tanya ustadz. Si Risqaan menjelaskan kalau calonnya adalah Halimah, wanita muslimah yang juga tinggal di daerahnya.

Halimah…itulah nama wanita yang akan dinikahi Risqaan. Sosok wanita muslimah, yang selalu memakai jilbab sejak kelas 5 SD. Orang tuanya pun takut lihat perubahan halimah, takut ia masuk ke aliran yang gak searah agama islam. Halimah yang umurnya lebih muda dari risqaan, baru saja menamatkan SMUnya. Ia mempunyai 2 kakak laki-laki. Kakak paling tuanya sangat buruk akhlaknya. Kakak keduanya sangat pendiem, dan penurut.

Suatu ketika tibalah lamaran tersebut. Orang tua Halimah yang secara materi jauh dari orang tua risqaan, menunjukkan suatu kesombongan. Mereka mengajukan perjanjian dengan risqaan yang isinya adalah Ketika 10 tahun halimah dan risqaan berumah tangga, dan kehidupan rumah tangganya tidak berubah maka risqaan wajib menceraikan halimah. Sesuatu hal yang mencekek leher risqaan. Pikirnya, begitu rendahkan diri ini, apakah pernikahan adalah hanyalah sebuah permainan. Dengan hati terpaksa, risqaan pun menyetujuan surat perjanjian tersebut.

Sebuah pernikahan terjadi, akhirnya risqaan dan halimah merantau ke kota dengan bekal perhiasan orang tua risqaan satu-satunya. Sedangkan orang tua halimah sudah tidak mau ikut campur lagi, menyerahkan sepenuhnya kepada risqaan. Dengan bekal uang hasil penjualan perhiasan tersebut, akhirnya mereka bisa mengontrak rumah. Sisa uangnya untuk makan sehari-hari yang tidak  cukup untuk 2 bulan.

Sungguh perjalanan yang pahit rumah tangga muda ini. Sampai suatu ketika mereka harus makan sama garam dan bawang goreng saja. Dengan keteguhan iman, keduanya berfikir mau memulai usaha apa, sedangkan uang ditangan tidak mencapai 200 ribu . Akhirnya si risqaan ditawari kenalannya berjualan roti keliling. Modal itu cukup, sisanya untuk keperluan sehari-hari. Dengan keuntungan yang tidak seberapa karena harus mencari pelanggan dahulu, namun si risqaan tetap tabah dan terus ikhtiar. Ia pun nggak mau beli makanan di jalan, sedangkan istrinya menahan lapar di rumah.

Lama-kelamaan, risqaan mempunyai pelanggan yang tetap sehingga seharinya ia bisa dapat keuntungan 25.000. Berlanjut terus berlanjut, ia pun bisa membuat pabrik roti sendiri dengan beberapa karyawan di dalamnya. Untungnya per hari mencapi jutaan rupiah. Ia bisa membangun rumah, dan membeli mobil. Lengkap sudah kebahagiaannya dengan dikarunianya anak pertama.

Tidak semulus itu perjalanan mereka. Banyak pesaing yang nakal dalam usahannya. Pelanggan tetap risqaan direbut oleh produsen roti lain dengan tawaran harga yang lebih murah. Tetapi dengan kejujuran dan keuletan risqaan. Omzet penjualan pabriknya normal kembali bahkan naik setelah beberapa bulan mengalami penurunan drastis.

Hampir mencapai umur 10 tahun usia perkawinannya dengan halimah. Beberapa hari lagi risqaan, akan melaporkan kalau dia bisa membahagiakan putrinya. Tetapi apa yang terjadi..Pabrik roti risqaan dan rumahnya yang berdekatan terbakar hebat. Orang tua risqaan, yang saat itu menginap juga mengalami musibah kebakaran. Sampai akhirnya ayah risqaan meninggal, sedangkan ibunya harus dirawat di rumah sakit. Halimah menangis tak henti-hentinya dan akhirnya pingsan.

10 tahun tepat usia pernikahan mereka. Saat itu risqaan sedang menunggu ibunya yang berbaring di rumah sakit. Tiba-tiba orang tua halimah datang. Kedatangannya bukan untuk menanyakan kabar risqaan dan ibunya, tak lain tak bukan membahas perjanjian 10 th yang lalu. Hati risqaan bergejolak hebat, langit hitam menyelimuti dirinya, mukanya berubah pucat. Tanpa basa-basi ayah Halimah menagih janji risqaan untuk menceraikan halimah karena kondisi risqaan sudah tak punya apa-apa lagi. Air mata tak bisa tertahan dari mata risqaan dan halimah. Mereka sebenarnya tak menginginkan seperti ini, tapi ini sebuah perjanjian yang harus mereka tepati.

Risqaan dan Halimah akhirnya resmi bercerai. Risqaan memulai hidup baru dengan uang yang tersisa dalam ATM tabungannya yang tidak ikut terbakar. Ia memulai jualan roti lagi dari kecil. Hingga suatu saat kehidupan bisa normal kembali. Dia bisa membangun rumahnya kembali dan bisa membeli mobil. Meski sudah bercerai Risqaan tetap mengirim uang buat anak dari Halimah yang ikut dengan neneknya.

Halimah yang sudah mencapai masa tunggunya, akhirnya dijodohkan dengan seorang lelaki anak pejabat kaya. Ia tidak mau karena sosok laki-laki itu berbeda jauh dengan risqaan mantan suaminya. Laki-laki itu tidak pernah sholat dan kurang pemahaman agama, sehingga ia yakin bahwa laki-laki itu tidak bisa jadi imam yang baik. Tetapi alasan apa untuk menolak lamarannya??sampai suatu ketika keadaan halimah sering mengalami drop, pingsan dsb. Ketika diperiksa, diketahui bahwa ia mengidap penyakit leukimia, yang umurnya tinggal beberapa tahun lagi. Ternyata ini menjadi alasan halimah untuk mengetahui keseriusan laki-laki yang ingin melamarnya. Tapi nyatanya laki-laki itu mundur, tidak siap menjadi pendampingnya.

Mengetahui keadaan anaknya, yang umurnya tidak lama lagi,  kedua orang tua halimah luluh hatinya. Akhirnya dia kembali bertemu dengan risqaan berniat untuk memintanya menikahi kembali anaknya. Risqaan sangat senang sekali. Tetapi halimah malah yang ragu. Saat ngobrol empat mata di lantai atas, halimah menanyakan kembali ke risqaan, “Abuya, apa kamu siap menikahi aku?”, “Saya belum jadi suamimu lagi, jangan panggil abuya lagi, insya Allah saya siap, saya mencintaimu karena Allah”. “Ijinkan saya tetap memanggilmu dengan abuya, tapi bener abuya, kamu siap?setelah kamu tau kalau aku berbeda?”. Panjang lebar halimah menceritakan, kalau hasil check up ke dokter. Ia divonis mengidap penyakit leukimia dan umurnya tidak berapa lama lagi. Tetapi risqaan, tetap saja mau menikahinya.

Halimah begitu senang, karena dia rindu menjadi istri suami sholeh seperti risqaan. Tidak berapa lama kebahagiaan menjadi pelengkap kehidupan risqaan dan halimah yaitu anak keduanya lahir. Hari-hari penuh senyuman nampak pada keluarga ini, tetapi suatu ketika tiba-tiba polisi mengabarkan bahwa kakak pertama halimah masuk ke penjara. Ia terlibat dalam kasus pengedaran obat bius. Sentak kedua orang tua halimah yang sedang berkumpul di rumah risqaan kaget. Apalagi dikabarkan yang terlibat dalam pembakaran pabrik risqaan adalah ia sendiri, kakak pertama halimah. Kondisi halimah yang saat itu sedang kurang baik akhirnya pingsan. Kondisinya semakin memburuk hingga menjelang maghrib.

Halimah bertanya dengan nada lemas, “Abuya, apa sudah maghrib?”. “Sebentar lagi”, jawab risqaan.

“Abuya apa kau mencintaiku?”

“Aku mencintaimu karena Allah”

“Sama abuya, aku juga mencintaimu karena Allah, Apa kau juga meridhoiku jadi istrimu?”

“Aku ridho, kamu istri yang sangat sholehah, tak ada alasan untuk tidak meridhoimu”

“Aku lega sekarang, apa pun yang terjadi atas diriku, kini aku sudah kembali menjadi istrimu. Aku telah berdoa setiap malam, agar bisa hidup berdampingan dengan suami yang sholeh. Sehingga kalaupu mati, aku akan mati degan keridhaan Allah, kemudian keridhaan suamiku..”

Halimah menghela nafasnya dengan rasa berat.

“Abuya, bila aku sudah tiada, berjanjilah untuk senantiasa berjalan atas ajaran Allah. Didiklah anak kita, dan berbaktilah kepada orang tua…”

“Jangan berkata begitu adinda..” Risqaan menyela.

Halimah memberi isyarat dengan tangannya, agar risqaan tak bertanya apa-apa.

“Bernjanjilah abuya..”

“Aku berjanji adinda”

“Alhamdulilah…”

“Abuya,..tabir itu mulai terbuka…aku mencintaimu, abuya. Abuya tak perlu meragukan cintaiku. Tapi aku lebih merindukan Allah. Bila kini kesempatanku bersua denganNya. Aku tak kan menyia-nyiakannya sedikit pun..”

“Adinda…”

“Laaaa ilaaaha illallah..muhammadurrasulullah…”

“Adinda…”

“Laaaa ilaaaha illallah..muhammadurrasulullah…”

“Laaaa ilaaaha illallah..muhammadurrasulullah…”

“Laaaa ilaaaha illallah..muhammadurrasulullah…”

suara tahlil itu mengalun lembut dan syahdu dari mulut Halimah. Tapi semakin lama semakin lemah suaranya. Hingga akhirnya halimah menghembuskan napas terakhirnya. Sang ibu menjerit, dan sang Bapak menangis. Risqaan tak kuasa menahan air matanya yang tiba-tiba mengalir deras. Pernikahannya dengan halimah yang merupakan masa kembalinya kebahagiannya yang beberapa saat nyaris lenyap, kini nyaris terenggut kembali. Tapi kepergian halimah yang mengaurakan sebuah surga, membuat hatinya terasa nyaman.  Ia bangga sama istrinya. Betapa bahagianya Halimah.

Agama · Ilmu · Motivasi

Sebuah Rencana Baik, Tidak Ada yang Salah


Melangkahkan kaki seraya berlari pagi untuk merenggangkan otot yang kaku, ibarat memasuki sebuah ruangan kosong di mana, di situ hanya ada dirimu seorang dan nampak pancaran sinar yang membuat diri kita bebas sebebas bebasnya. Hembusan nafas ke dalam rongga hidung membuat diri ini merasa nyaman, rileks, kembali kepada titik terendah pemikiran yaitu titik 0 (nol) kehidupan. Mungkin ini yang dinamakan menfungsikan kembali organ-organ kita. Tidak salah orang bilang, berlarilah hingga dirimu merasa lelah, rilekskan badanmu, hiruplah udara segar melalui rongga hidungmu, hembuskan pelan-pelan, maka semua masalah, kepenatan, kegalauan dalam hidupmu akan hilang.

Bangkitkan kembali impian-impianmu yang lama tidak terurus karena kesibukannmu. Janganlah jadikan Mimpimu hanya berupa impian, yang hanya tertulis di atas kertas, yang hanya tersimpan dalam memori kecil otakmu. Sungguh sayang sekali…. 😦 Kini tiba saatnya setelah kamu kembali ketitik 0 (nol) kehidupan, maka rencanakannlah apa yang akan kamu lakukan untuk meraih impianmu itu. Sebuah rencana adalah niat yang baik. Dalam islam, sebuah rencana kebaikan saja sudah mendapatkan sebuah pahala. Maka rencanakanlah dari sekarang. Tidak mempunyai rencana, berarti kamu berencana untuk gagal.

Memang tidak setiap rencana akan berbuah manis. Kadang malah berbanding terbalik, pahit yang kita rasakan. Inilah yang dinamakan sebuah ujian. Seberapa kuatkah kamu dalam menghadapi ujian itu mencerminkan kesuksesan kamu di masa mendatang. Hidup akan terasa manis sekali setelah beberapa pengalaman pahit dirasakan dahulu. Karena dengan merasakan kepahitan, kita akan semakin kuat dan terus semangat berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Cobalah Kamu minum obat atau jamu yang pahit. Setelah itu kamu minum minuman yang manis. Maka kamu akan merasakan sebuah kepuasan dan manisnya minuman itu lebih terasa.

Itulah sebuah rencana, meski tak langsung berbuah manis. Dengan keyakinan dan terus memperbaiki, suatu saat pasti akan menemui sebuah titik buah manis dari rencana itu, yaitu kesuksesan. Sehingga sebuah rencana yang baik itu tidak ada yang salah. Kita harus ingat firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11 bahwa:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

Agama · Alur Hidupku · Diary · Ilmu

Mimpiku Tentang Kiamat


        Kondisi malam itu, badanku agak panas. Mungkin karena kelelahan, kurang tidur, atau efek penyakit amandelku. Entahlah aku gak tahu. Yang jelas hari-hari ini yang aku rasakan di kota tangerang ini begitu panas. Mungkin juga efek pergantian musim dari penghujan menuju kemarau, yang menurut kata-kata orang menyebabkan banyak timbul penyakit.

           Sepulang mentoring di Masjid Baitul Maal, aku tidak langsung pulang. Langkahku ku ayunkan ke “Indomaret” untuk membeli kebutuhan anak kos seperti biasanya. Setelah semuanya selesai, aku langsung terbang dan mendarat cepat ke kosan. Melepas baju, sesegera membuka laptop entah itu buka fb, benah-benah blog, eh ternyata jam menunjukkan pukul 24.00. Ku harus tidur pikirku. Laptop aku matiin dan menuju kasur persegi panjang tanpa ranjang.

          Seperti biasannya, sebelum tidur aku baca doa tidur, surat annas, ikhlas, ayat kursi, istighfar sampai tertidur. Tapi sebelumnya aku lirik hp didekatku untuk memastikan alarm daily udah aku on-kan. Tak tahu kenapa tidurku akhirnya berlanjut ke alam mimpi. Jauh lebih dalam dari alam yang aku rasakan saat ini. 

               “Malam hari yang gelap gulita karena mati lampu, berdirilah aku dan banyak orang ada di sekitar kampus. Terdengar gemuruh di langit, kilatan petir, tapi gak ujan membuat bulu kudukku merinding, hatiku tak tenteram. Di tambah lagi terdengar teriakan melengking orang-orang yang berasa ketakutan. Sungguh ini tanda apa ya Allah? (suara getar dalam hatiku). Inikah akhir sebuah kehidupan. Inikah yang dinamakan KIAMAT. Jawabku, Enggak…lihatlah itu hanya sebuah petanda mau ujan, nyatanya gak ada banjir, gunung meletus, atau bencana besar apapun (mencoba menenangkan dalam hati) seperti tanda kiamat yang aku pahami. Tapi kami semua, tidak bisa tidur malam itu. Malam itu sungguh mencekam.

            Detik-detik jam pasti terus berbunyi, mengiringi gerakannya menuju jam berikutnya. Oh ternyata sudah pagi. Sepanjang
malam aku hanya berdoa, Ampuni aku ya Allah, aku manusia yang tak luput dari dosa, Aku belum siap untuk menuju alamMu yang sesungguhnya. Aku benar-benar belum siap tinggalkan alam fana ini. Dosaku masih banyak. Aku gak mau masuk neraka. Tapi sepanjang malam yang mencekam ini tak berubah suasanannya. Hingga akhirnya terlihat dalam sebuah telivisi berita kehancuran negara-negara di luar negeri. Dan kira-kira masih agak petang (sudah menuju pagi) terlihat cahaya bewarna kuning tebal seperti bulat telur, bukanlah bulan, atau bintang, apalagi  sinar lampu. Ia muncul semakin tebal dan tebal dari arah barat. Aku menangis, semua orang menangis semua orang berucap memohon ampunan. Sungguh terbayangkan, begitu kecilnnya diri ini dibandingkan Tuhan. Ini adalah Matahari yang terbit dari arah barat. Ini adalah tanda kiamat….Astaghfirulloh hal’adzim..mulutku tak berhenti berucap. Hingga akhirnya aku terbangun karena suara alarm HP. Dan tak sadar mata ini meneteskan air mata.

Jauh dari lubuk hatiku, terucap doa semoga iman dan islam ini terjaga sampai hari akhir nanti..

Agama · Ilmu

Sujud Sholat Anak Muda Sekarang


Lihatlah gambar dalam tulisan ini. Pertunjukan seperti ini sering kita lihat waktu pelaksanaan sholat berjamaah di masjid. Mungkin di jaman sekarang ini model baju serta celana yang mepet-mepet sudah menjadi trend anak muda. Tetapi seharusnya gak seperti ini dalam hal pelaksanaan sholat. Dilihat dari sudut etika pun sudah tidak sopan. Sehingga harusnya kita malu ketika berada dalam lingkungan ramai ternyata pakaian kita dan celana kita nampak seperti ini. Mau ambil sesuatu di bawah, pakaian tertarik ke atas dan celana dalam kelihatan. Emang mau pamer warna celana dalam apa??hehehehe 🙂 .
 
Ya..begitulah anak muda jaman sekarang. Mengikuti trend tetapi membuat mereka gak punya rasa malu. Mungkin suatu kebanggaan bagi mereka yang melakukannya. Padahal kalau memakai pakaian rapi nampak lebih bagus daripada berpakaian seperti itu. Banyak sekali para pria yang memakai pakaian seperti ini ketika lagi jalan ke mall, nongkrong, dsb. Kata mereka inilah yang dinamakan “GAUL”. Begitukah???. Kalau saya pribadi berbicara mengenai gaul itu dilihat dari pengetahuannya. Orang gaul itu karena pengetahuannya luas. Sedangkan orang tidak gaul (istilah lainnya KATROK) karena mereka kurang pengetahuannya. Jadi apa mereka yang berpakaian seperti itu gaul, dan orang yang sopan itu katrok. Saya yakin orang berpendidikan tidak setuju dengan hal tersebut.
 
Ini yang salah kaprah juga. Pakaian seperti itu digunakan anak muda untuk sholat. Padahal mereka tahu syarat sahnya sholat yaitu tertutupnya aurat. Aurat laki-laki batasnya yaitu dari pusar sampai bawah lutut. Nah…kalau kebuka seperti ini sia-siakan sholatnya. Ayolah kalau sholat berpakaian yang menutup aurat. Dalam kehidupan sehari-hari seharusnya begitu juga jangan memperlihatkan aurat sehingga mengundang syahwat. Tahu dosa kan..Mari kita sama-sama belajar. Berpakaian tertutup tambah ganteng kok…hahahahaha 😀