Alur Hidupku · Diary · Keluarga · Uncategorized

Kehidupan Baru (Menikah, 11 Agustus 2017)


mustofa dan haniAkhirnya saya memutuskan untuk menghalalin dia…  🙂 Itulah jodoh, awalnya sudah dekat dengan siapa, mecoba sama siapa, eh nikahnya sama dia. Tapi saya yakin memang ini jalan indah yang diatur oleh Sang Maha Pencipta, Allah. Alhamdulilah sebesar-besarnya saya haturkan kpd Allah SWT, Tuhanku yang memberikan anugerah keberanian kepada saya yang masih belum punya apa-apa, pegawai yang sdg ditugasin belajar, gajinya pas-pasan 😀 , untuk menikahin dia.

Bersyukur juga, saya dijodohkan dengan wanita yang tidak banyak nuntut apa-apa, saat saya tanyakan. “Kamu mau mahar apa?”, dan dia menjawab, “Terserah mas aja”. Begitu lega hati saya, karena kalo dia minta syarat ini itu…yah jelas saya gak ada…. 😀 .

Banyak ujian sebelum saya akhirnya mendapat restu nikah dari keluarga. Jelas….di daerah saya ataupun keluarga saya masih menganggap so dangerous, kalau ada orang yang berani nikah dengan wanita berkebangsaan Sunda. Awalnya kuping saya panas dengan tetangga satu bilang ini…”hmmm…hati2 nikah sama orang sana, kebanyakan gak langgeng”, tetangga 2 bilang “Udahlah cari aman, itu yang nikah sama orang sana, hartanya habis…diporotin..”, tetangga 3 bilang “emang gak ada apa gadis di sini yang cantik…sampe nyari yang jauh…”Temen banyak yang bilang….”wuedan…berani kali kau nikah sama orang sana….berapa besar mahar kamu…” Lama kelamaan, saya pasrah aja, kalau memang dia jodoh saya, yasudah saya jalani. Memang saya baru sedikit mengenal dia, hanya kisaran 7 bulan untuk mengenal keluarga dan dia sendiri sampai ke pernikahan. Tapi saya hanya percaya apa yang Allah tunjukkan saat itu dari doa2 saya ketika saya istikharah dan meminta “Ya Allah tunjukkan jodoh saya”.

Toh…akhirnya lama kelamaan prasangka orang tentang yang dipikirkannya mulai keliatan salahnya. Melihat bagaimana akhirnya pernikahan saya dengan dia, melihat bagaimana sikap dia, keluarga mertua saya, dll. Memang banyak sekali perbedaan budaya, gaya hidup, banyak sekali. Ya saya harus menghormati itu saat di keluarga dia. Dan tugas saya sebagai suami, untuk ngasih tau istri, kalau di jawa seperti ini, kalau saya dan orang jawa kebanyakan sukanya seperti. Jadi saling kasih pengertian saja.

Untuk dia yang menjadi istriku sekarang, teruslah bersabar dengan ujian hidup, ujian rumah tangga, ujian apa pun. Ingatlah pernikahan bukan main-main, dan saya juga gak main-main menikahimu. Semoga Allah selalu bersama keluarga kita. Amiin.. i love u neng hani. Semoga segera di kasih anak bertitel madani…. yang sholeh, sholehah, sholeh, sholeha,

Kontrakan, Kebon Jeruk, 18 Sept 2017

Alur Hidupku · Diary · Motivasi

Pengalaman diterima DIV Tugas Belajar PKN STAN 2016/2017


Assalamu’alaikum….

Syukur alhamdulilah saya ucapkan kepada Allah SWT karena akhirnya saya resmi berstatus sebagai mahasiswa DIV Politeknik Keuangan Negara STAN setelah melalui beberapa tahapan yaitu Tes Tahap I, Tes Tahap II, Daftar Ulang, Capacity Building (tp gak jadi) dan orientasi. Saya juga mengucapkan terima kasih banyak atas doa-doa tulus mamak, keluarga, keluarga besar KPP Pratama Tarakan dan semuanya karena tanpa doa kalian dan atas ijin Allah saya gak akan bisa lulus. Memang semua tergantung atas ikhtiar kita dan berakhir dengan takdir Allah. Tetapi setidaknya saya mencoba membagi pengalaman saya hingga bisa lulus dan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang memang berniat untuk daftar DIV Tugas Belajar PKN STAN tahun berikutnya. Langsung saja ya…

Kebetulan saya bertugas di instansi pajak tepatnya di KPP Pratama Tarakan. Sejak penempatan pertama yaitu april 2014 hingga agustus 2016, cukup lama ya kira-kira 2 tahun 5 bulan. Dalam rentang waktu itu ngapain aja?hmmm….awal mula penempatan di Tarakan merasa sedih, karena jauh dari kampung halaman..apalagi saya anak terakhir yg diharapin dekat ma ortu. Rasa sedih itulah yang membuat saya bersumpah serapah alias berjanji untuk semangat belajar agar bisa cepat balik melalui tes DIV. Karena bagaimanapun kalau mengarapakan mutasi ke homebase untuk level pelaksana, bisa dibilang mustahil..TAPI janji itu ternyata manis di awal….hehe. Kita terlena setelah merasakan kerja entah itu alasan sibuk, atau bahkan sok sibuk. Ya kalau saya jujur gak tau kenapa rasa malas itu ada, mau belajar rasanya mata dan jiwa ini lelah bro…tentunya karena menunggu untuk bisa ikut tes terlalu lama juga, 2 tahun sejak CPNS bro (CPNS baru Oktober 2013), tetapi besrsyukur ada instansi yang syaratnya 2 tahun sejak PNS. Menungguin calon aja kadang lelah juga. Ya gak brohh…:mrgreen: Apa daya waktu terlena dengan rutinitas kantor, waktu luang cuma buat refreshing, sampai berbagai olahraga saya ikuti, jogging, badminton, futsal, karate, ngaji biar adem. Kalau gak diisi seperti itu lama kelamaan bisa stress, tapi alhamdulilah masih aktivitas yang positif. 

Muncul pengumuman adanya USM D III khusus dan D IV Tugas Belajar PKN STAN 2016/2017  kisaran awal bulan mei 2016 kalau gak salah. Yang perlu diperhatikan dari pengumuman tersebut antara lain syarat administrasi, pendaftaran online, dan jadwal ujian.

1. Syarat administrasi

Berupa kelengkapan-kelengkapan yang harus dikirim segera ke kanwil masing-masing, meliputi surat usulan, pernyataan tidak kena hukuman disiplin, penilaian kinerja dari atasan, foto kopi SK PNS dan CPNS, dan Surat keterangan sehat. Ini harus segera dikirim karena terkait batas waktu yang ditentukan. Akibatnya jika tidak terkirim tepat waktu dan tidak lengkap maka dinyatakan tidak lolos administrasi…gak bisa lanjut dah…

2. Pendaftaran online

Bagi peserta yang sudah dinyatakan lolos administrasi juga harus segera masuk ke situs yang telah disediakan untuk mendaftar online. Yang perlu diperhatikan selain ada jangka waktu pendaftaran online juga terkait pengisian. Data harus diisi benar wabil khusus jurusan, harus sesuai dengan surat usulan sebelumnya. Bisa dibayangkan kalau beda…#terlihatmain2kan… Selain itu pilih lokasi ujian dengan mantap, karena sekali milih dan disimpan maka tidak bisa dirubah kembali.

3. Jadwal ujian

Ujian dibagi dua tahap. Tahap pertama meliputi Ujian Akuntansi (Khusus D IV) dan Tes Potensi Akademik+b.inggris (D III khusus dan D IV Akuntansi). Ujian Tahap pertama kurang lebih 1 bulan dari pengumuman awal. Jadi bener-bener disiapin dah…apalagi untuk D IV ada ujian akuntansi. Kalau saya waktu itu setiap hari setelah jam kerja kantor saya sempetin baca materi akuntansi modul PSAK kakak kelas..swear, baca aja gak ngerti-ngerti apalagi yang gak baca. Oiya…akuntansi untuk D IV akuntansi meliputi akuntansi keuangan, manajemen keuangan, dan akuntansi biaya. Masih ingat?enggak kan? Sama..makanya harus baca!!!.

Waktu ujian tiba…untuk kisi-kisinya, ujian akuntansi kalau gak salah terdiri dari 100 soal dengan waktu pengerjaan 90 menit. Porsinya masing-masing saya agak lupa, tapi yang jelas akuntansi keuangannya lebih banyak dibanding akuntansi biaya dan manajemen keuangan. Oiya boleh nggunain kalkulator tapi kalkulator yang manual gak boleh yang ada rumus2nya..Nah soal yang keluar sebagian hitungan dan sebagian konsep teori. Jadi mending baca untuk memahami konsep teori, hitungannya juga gak terlalu banyak. Saran saya dikerjain semua, pilih jenis soal yang kamu anggap kamu benar-benar yakin, baru soal yang sulit. Kalau saya waktu itu pilih teori dan hitungan yang mudah dulu, baru ngerjain hitungan cost accounting dan mankeu. Aturan soal waktu itu tidak ada nilai minus kalo salah.Tapi hati2 siapa tahu tahun depan aturannya beda.

Untuk Tes Potensi Akademik, soalnya sama dengan waktu USM D I / D III terdiri dari arti kata, sinonim, antonim, analogi, hitung matematika, deret matematika, dan gambar. Bedanya kalau yang tes ini, tingkat kesulitan soal lebih besar. Untuk arti kata, sinonim, dan antonim memakai bahasa planet, yang gak saya ngerti, di situ banyak yang kosong. Untuk matematikanya juga lebih rumit. Kalau saran saya si banyakin latihan, latihan soal khusus D IV, jangan soal yang USM D I/ DIII. Di internet lumayan banyak soalnya. Tapi soal tahun-tahun 2015 ke atas pasti gak ada karena soal dikembalikan ke pengawas. Tes ini berjumlah 120 soal. Waktu pengerjaan 100 menit. Selesai??jelas enggak…tapi sebaiknya minimal ngerjain 90 soal. Waktu itu saya cuma ngerjain 80 soal lebih. Kalau mau gambling silakan asal yang yakin benar sudah banyak. Untuk penilaian Nilai benar ditambah 4 kalau salah minus 1.

Bahasa inggris soalnya seperti USM pada umumnya. Yang saya rasakan bahasanya emang lebih sulit. Terdiri atas structure, error analysis, dan article. Soal berjumlah 60 dengan waktu pengerjaan 50 menit. Saya sendiri jujur gak bisa bahasa inggris, alhasil saya cuma berhasil menyelesaikan 50 soal. Itu pun gak yakin benar.

Setelah ujian 2 hari akhirnya saya lega (lemes gila). Gak yakin lolos. Tapi lillahita’ala, tawakal, pasrahkan pada Allah. Untuk menghilangkan kepenatan yasudah kita nonton film maklum di Tarakan gak ada bioskop.

2 minggu menunggu, pengumuman yang lulus tahap I keluar. Untuk D IV akuntansi diambil 200 dari sekitar 1000 lebih. Alhamdulilah namaku ada. Dijadwalkan 2 minggu berikutnya ujian tahap II Psikotes.

Meskipun namanya ujian psikotes, tetep aja, mau gak mau harus mempelajari dan latihan. Tes psikotes meliputi tes pilihan yang sesuai kepribadian peserta, gambar warteg, gambar orang, gambar pohon, dan hitung koran. Latihan saya didapat dari internet.

Gambar warteg; yang penting jangan gambar berurutan. Kalau saya memulai dari gambar no. 8 s.d.5 terus no. 1 s.d 4. Untuk pola melengkung sebaiknya digambar makhluk hidup. Itu saya ikuti tapi satu diantaranya saya gambar masjid. Untuk pola lurus bisa diambar benda mati.

Gambar orang; sesuaikan dengan jenis kelamin kita. Gambar orang yang mempunyai profesi dan sedang melakukan aktivitas. Gambar berada di tengah-tengah dan jangan terlalu kecil. Kalau bisa sekali gores waktu menggambar biar tidak menunjukkan keragu-raguan. Benar-benar harus berlatih karena waktu menggambar juga singkat. Waktu itu saya menggambar guru sedang mengajar. Saya gambar papan tulis, buku, dan ruangannya juga.

Gambar pohon; gambarkan pohon berjenis dikotil. Gambarlah di tengah-tengah dan jangan terlalu kecil. Gambarlah secara lengkap dimulai dari akar, tanah, batang, ranting, daun, dan buah. Waktu itu saya menggambar pohon nangka. Ini harus cepat juga nggambarnya. Jadi lebih baik latihan dulu.

Tes pilihan kepribadian; ini gak perlu belajar, yang penting sesuai dengan kepribadian. Karena ada beberapa soal yang diulang-ulang. Kalau dibuat-buat pasti tidak konsisten.

Setelah tes psikotes, pengumuman akhir akan diumumkan sekitar 1 bulan. 1 bulan menunggu dengan sabar dan terus berdoa akhirnya pengumuman itu datang dan nama saya alhamdulilah ada. Dari 200 orang yang lulus tahap 1, hanya diambil 159. 

Intinya sebenarnya ikhtiar dan berdoa. Minta doa orang tua itu harus…

Nah setelah lulus, baru daftar ulang di bintaro, capacity building (tapi gak jadi) dan orientasi. Kuliahnya di BPPK purnawarman. 

Mungkin itu aja, just share buat teman-teman yang ingin kuliah D IV di PKN STAN, semoga bermanfaat..:)

Wassalamu’alaikum…

Kosan di Kemang Utara, 4 Sept 2016

Alur Hidupku · Diary · Uncategorized

Ikhlas melepasnya


Teori ikhlas memang lebih mudah dibandingkan prakteknya. Ya begitulah yang saya rasakan selama ini. Butuh waktu lama dan alasan yang kuat untuk kita bisa bilang ikhlas. Umpamakan kita akan melakukan sedekah/amal, kita pasti sedikit berfikir lama untuk sedekah/amal dengan nominal yang besar. Selain itu butuh alasan yang kuat (tulus mengharap Ridho-Nya) agar kita bisa ikhlas dalam melakukan sedekah/amal tersebut.

Begitu juga dengannya. Setelah sekian lama kita saling mengenal satu sama lain. Hubungan semakin dekat bahkan rencana-rencana bahagia sudah terukir bersama, tak mudah bagi saya untuk merelakan dia pergi meskipun kata usai sudah terucapa lewat bibir kita berdua.

Iya…memang saya lah yang tak merelakan dia pergi. Saya lah yang berusaha meyakinkan dia untuk kembali dan mengharap kata maaf dia beri, dan saya juga lah yang berusaha untuk setia menanti dia kembali sampai waktu yang tak pasti.

Tapi, tidak untuk dia…

Dan akhirnya, tibalah waktunya kesabaran saya sudah tidak mampu untuk mengharapkannya kembali. Tulus…selama ini yang saya berikan, lama kelamaan akan pupus termakan oleh acuhnya dia…

Itulah alasan yang kuat buat saya membuka hati, mungkin memang kita tidak berjodoh…

Bandara Adisutjipto, 13-07-2016

 

 

Alur Hidupku · Diary · Uncategorized

Ramadhan ke-3 di Tarakan


Assalamu’alaikum…

Marhaban ya Ramadhan..Alhamdulilah masih bisa merasakan puasa ramadhan lagi kali ini. Alhamdulilah masih diberi umur panjang sehingga masih bisa menikmati ramadhan 1437 H, masih bisa mencari keridhoan Allah SWT.

Ternyata sudah ketiga kalinya saya puasa di Tarakan. Sebenarnya baru jalan 2 tahun lebih saya di tarakan. Dulu penempatan awal memang mendekati puasa ramadhan.

Sebuah harapan yang tak henti-hentinya adalah ini ramadhan terakhir saya di Tarakan. Saya ingin ramadhan tahun depan berada di jawa. Bukannya saya tidak betah berada di sini. Tapi ijinkan saya dekat dengan ibu saya, yang paling tidak bisa sebulan sekali saya nengok beliau yang tinggal sendiri. Ijinkan saya bisa lebih berbakti jika tinggal dekat atau bersama ibu saya.

Tidak betah di tarakan, itu bukan alasan saya. Alhamdulilah di tarakan saya bertemu dengan teman-teman yang membuat saya nyaman. Alhamdulilah juga saya masih didekatkan dengan islam dengan terus semangat mengaji bersama teman2 yang luar biasa.

Tapi alasan saya adalah ibu….tidak ada alasan saya untuk tak berbakti pada ibu. Tidak ada cukup alasan bagi saya tidak peduli sama ibu. Dia begitu luar biasa bagi saya. Mungkin di lihat dari luar saya tidak seberuntung teman2 saya yang dilahirkan dari keluarga kaya…tapi dari situlah saya belajar tentang arti perjuangan, usaha, dan doa…

Makasih mak….dari anakmu…doakan saya cepat kembali…

 

Diary · Uncategorized

Doa


Selain usaha mungkin dengan kekuatan ini aku masih punya asa,

Saat aku merasa tidak bisa, dengan ini aku merasa pasti bisa,

Saat aku merasa sendiri, dengan ini aku bebas bercerita dengan Sang Pencipta,

Saat aku merasa punya banyak masalah, dengan ini aku merasa baik-baik aja..

 

Aktivitas · Alur Hidupku · Diary · Umum

Kena Marah Wajib Pajak di Kantor, itu sudah biasa


Hari ini, kamis, 01 Oktober 2015 saya masih menggantikan tugas teman saya yang lagi diklat untuk menjadi petugas pendaftaran NPWP di TPT. Awal bulan sebagai awal harapan, mestinya saya berharap bisa menjalani hari ini dengan penuh semangat, dengan kelancaran tugas dan hari-hari yang mulus aja.

Sudah biasa kalau komplain WP terkait masalah pengeposan NPWP yang tidak sampai, kali ini masalahnya lain. Entah salah siapa, saya, dia, ato, mereka, ato mungkin waktu yang harus dipersalahkan…heheheh 🙂 . Tapi ini masalahnya cukup serius.

Kronologisnya, mungkin seperti ini. Wajib pajak mengajukan permohonan pengurangan sanski PMK-91. Syarat-syarat sudah dipenuhi. Mungkin WP waktu itu kurang begitu mengerti syarat-syarat apa aja yang harus dilengkapi saat permohonan diajukan. Sehingga pada saat permohonan awal, WP bolak-balik ke kantor untuk ngelengkapi itu semua. Ok…masalah itu sudah beres. TPT sudah terima berkas itu dengan keterangan lengkap. Dari TPT di teruskan ke petugas untuk mengecek kelengkapan dan selanjutnya diteruskan ke pejabat yang berwenang.

Selang beberapa bulan berlalu, aman-aman aja, adem ayem. Tiba-tiba di hari sebelum saya menulis cerita ini. WP mengadu ke kantor, dia Curhat kalau dia mendapat telepon dari pejabat yang berwenang, kalau harus ngelengkapi permohonan yang dulu diajukan. Dia minta bantuan ke saya untuk menjelaskan dan minta kejelasan orang yang telepon WP tersebut. Ok…dengan penuh kesadaran sebagai pegawai  😀 saya bersedia membantu, karena emang kewajibannya c…hehehe. saya telepon ke pejabat tersebut, minta kejelasan ini itu, ok..saya tau permasalahannya, meskipun sedikit bingung, karena saya merasa kelengkapan data sudah dipenuhi. Tapi yasudahlah gpp, ini masalah sepele, pikirku. Tinggal telepon WP njelasin untuk ngelengkapi kekurangnya. Dan itu pun sudah saya lsayakan, WP bilang besok hari mau ketemu saya. Dari ini saya berfikir WP paham dan akan beres masalahnya.

Hari besoknya, tepatnya tanggal 01 Oktober 2015, di mana saya senang karena gaji turun, hehehe tapi kepotong kredit bank..wkwkwk WP tersebut menepati janjinya untuk ketemu saya. Lucunya dia nanya ke kantor sebelah, yang namanya Bapak Mustofa mana?….kebetulan saya dengar pertanyaan wp tersebut, dalam hati…padahal kemarin kan sudah ngobrol sama saya. Segampang itu kah dia melupakan namsaya…haha #ngaco. Untungnya nama saya terkenal di antara pegawai yang lainnya (padahal sudah biasa sesama pegawai saling kenal). Lalu salah satu pegawai menunjuk ke arah saya “itu Pak…yang imut2 itu…. Dan WP itu akhirnya bertemu saya, setiap bertemu dia naroh tanda pengenal entah itu kepolisian, brimob atau apa, karena memang saya gak tau. Pikirku Maksudnya apa nih…biar saya tsayat kah…Dia menaruh kelengkapannya dan meminta saya untuk mengirimkan. Oke…siap Pak Komandan…Dan ternyata saya baru sadar yang dibawa ternyata bukan kelengkapan yang dimaksud. Salahnya saya nggk begitu memperhatikan. Sedangkan WPnya sudah pulang. Akhirnya saya telepon lagi WP tersebut, minta maaf dan menjelaskan sejelas-jelasnya, serinci-rincinya, berulang kali dan WPnya merasa udah ngerti dan fine dia mau balik lagi bertemu saya. Yang perlu diketahui yang bertemu dengan saya berulang kali hanyalah pihak yang disuruh orang yang saya telepon.

Siang mendekati dhuhur, dia datang. Dari Awal c…emang mukanya sangar, Badanya tegap, tapi kali ini mukanya tampak kesal. Akhirnya dia datang ke saya, bicara dengan nada tinggi, seisi ruangan TPT pasti dengar semua. Satpam melongo melihatnya, teman TPT yang lain terheran melihatnya, kantor sebelah juga asyik mendengar drama yang sedang saya pertunjukkan hari ini. Entahlah….untungnya kali ini saya bisa sabar mungkin karena inget puasa. saya sendiri juga bingung menaggapinya, WP sendiri bicara gak putus-putus, merasa kesal, merasa cape, merasa dipermainkan, ingin menuntut teman tpt saya, dll. Saya hanya senyum-senyum aja, dan pelan-pelan menjelaskan Salah satu teman TPT juga merasa kasihan dengan saya dan mendekati saya, nanyakan apa permasalahannya, dan dia mengajak masuk saya, bicara-bicara…biar  WPnya juga tenang dulu di depan. Akhirnya saya keluar lagi, dan memanggil bapaknya, saya jelaskan…begini begono begitu, dan dia minta nomor telepon pejabat tadi dan emailnya.

Hmmmmm….sebenarnya masalah gambang, WP cari arsipnya dan ketika ketemu tinggal dikirim via email…

okelah hari pertama di awal bulan oktober, terjadi drama emosi yang mengguncang hati dan pikiran saya.

Tarakan, 01/10/2015

Alur Hidupku · Diary

Tahun 2013, Mustofa apa kabar?


Ini saatnya aku menulis di blog yang selama ini terkendala fasilitas karena di kampung halaman. Sobat…memasuki tahun baru kalender, gimana perasaan kalian?pasti bahagia kan?aku doakan ya…Tapi bagaimana dengan aku sendiri ya?Entahlah, aku berharap doa-d0aku dalam setiap sujudku nantinya terkabul di tahun 2013. Tetapi sungguh kalo boleh cerita aku sangat-sangat bingung dengan kondisiku saat ini, menganggur tak berduit..hehe (mana ada nganggur yang berduit). Malahan masih aja minta duit ortu.. :(. Pertanyaan yang selalu ada di hati ini, adalah entah sampai kapan aku harus menunggu. Iya…aku harus sabar, kata orang-orang terdekatku, aku tahu, aku pun terus berusaha seperti itu, tetapi tidak bisa dibohongi lama kelamaan aku juga gak bisa seperti ini terus. Ok…aku selalu memutusin untuk pergi ke kota lagi tempat kakakku untuk mencari kerja, tetapi kata mereka, tunggu aja di rumah, sebelum masa sibukku nanti ato nanti januari 2013.

Mungkin aku akan melakukan hal tersebut. Pergi ke tempat kakakku untuk mencari kerjaan di sana. Khawatirnya kakakku adalah aku gak bisa kerja di sana adalah kawasan industri, kerjaannya keras. Katanya aku gak bakalan bisa kerja keras spt itu, juga tidak sesuai dengan bidangku. Tapi…gimana lagi, ijazah terakhir gak ada terpaksa harus memakai ijazah smk. Aku berharap aku bisa atau dapat kerjaan yang bisa aku lakukan. Tetapi yang jelas aku tetap menunggu keputusan punggawa di atas sana….apa kabar mustofa, uda kerja dmn?pasti teman2 akan menanyakan hal itu di tahun 2013 nanti…..semoga mendapatkan yang terbaik. aamiin… 🙂

Aktivitas · Alur Hidupku · Diary

Tinggal 10 Hari Mencari Gawean!!


Memang tidak mudah!! itulah pemikiranku saat ini. Bukan soal orang yang sedang galau mikirin cinta, atau anak kos yang galau karena uang kiriman ortu hampir habis padahal masih pertengahan bulan, atau galau karena ditagih-tagih uang listrik sama ibu kos. Ini lain lagi…. Ini kisah seorang mahasiswa yang sedang menunggu masa wisuda di kampusnya dan galau tentang masa depannya. Ini kisah ku yang galau mencari pekerjaan. Mengapa harus mencari pekerjaan? itu sebenarnya pertanyaan yang terbesit dari teman-teman, kakakku, orang lain dan pribadi aku sendiri. Beginilah nasib seorang mahasiswa kedinasan yang statusnya (gak jelas). Begitu bangga orang tua (ibuku, makasih karena selalu bangga ma aku, tapi..), orang-orang kampung ketika mendengar seorang mustofa, bisa kuliah gratis, suatu saat kerjaan dicarikan. Itu dulu…aku pun seneng mendengarnya, bukan berarti sombong. Aku orangnya selalu cemas. Bahkan sering aku menasihati ibuku, agar tidak pernah memberitakan tentang aku apa pun, entah itu kebaikan atau keburukan karena aku sedikit risih kalau menjadi bahan pembicaraan, meskipun itu hal baik. Aku takut berita tentang aku menjadi bumerang, bahkan mengganjal dalam perjalanan hidupku. Aku pengin hidupku itu tenang, berjalan sesuai dengan apa yang aku hendaki dengan aturan-aturan yang berlaku. Hemm jadi berlanjut ke mana-mana.. 🙂

Statusku saat ini, masih diombang-ambing. Kelanjutan setelah wisuda, masih belum jelas. Kapan ditarik kerjanya? bisa 1 bln, 3 bln, 6 bln, 1 thn, dst…tidak ada yang tahu.  Yang jelas menunggu Lulusan tahun 2011 yang statusnya sekarang masih magang. Oh my God..Allah..kapan tahun 2012?.Cuma berharap Menkeu, Pak Agus Martowardojo bisa sedikit berbelas kasih kepada kami para lulusan STAN seperti mantan Menkeu Ibu Sri Mulyani. Andaikan ijazah bisa ke luar? itulah harapanku..Emang kami sekolah dibiayai rakyat. Tetapi di masa menunggu, kami juga mau mencari kerja, dan tahu sendiri syarat utamanya adalah ijazah. Udahlah semakin runyam kalau dibahas berlanjut-lanjut gak akan habis..hehehe 🙂

Mungkin teman-temanku banyak ya biasa-biasa aja. Mau menikmati masa menunggu dengan liburan atau kegiatan yang lain. Aku pribadi tidak mau menganggur. Intinya mulai hari ini, waktuku tinggal 10 hari menjelang wisuda. Pastinya segala sesuatu akan berakhir setelah wisuda. Pertama, kosan sudah expired, mesti go out. Kedua, kiriman ortu juga stop sampai di sini. Ibu dan kakak yang insya Allah menemani aku pas wisuda pasti pasti akan memintaku pulang kampung kalau gak ada kerjaan. Hemm..pasti orang kampung akan bertanya? Wis rampung wisudane Mus?terus kerjane kapan?WOOOOOW…serem sekali kedengerannya. Terus di kampung mau ngapain? bertani gak bisa :(. Mudah-mudahan ada jalan. Aamiin…

Makanya, aku sebut mulai hari ini adalah tinggal 10 hari mencari kerja atau sekedar magang kerja karena ijazah gak keluar. Sebelum-sebelumnya udah usaha juga mencari kerjaan, ada yang memanggil untuk tes, tapi pas waktu itu mendadak, sedangkan aku masih berada di tempat mbakku. Okelah mungkin itu bukan rejekiku. Selanjutnya, ada yang manggil lagi, tetapi kayaknya kurang cocok. Bahkan ada yang membalas email  seperti ini:

Kepada Yth. Saudara Mustofa,
di Tempat
Terima kasih atas kiriman email Saudara dan telah menyampaikan maksud Saudara, Namun untuk saat ini, di tempat kami belum ada rencana untuk mengadakan program magang. Demikian kami sampaikan dan dalam sukses buat Saudara dan Teman-Teman.

Ok lah itu sebuah pengalaman, never mind..Cuma berharap bisa dapat tempat magang/kerja dalam 10 hari yang tersisa. Tempat magang di mana ilmu ini terpakai, dan aku juga bisa bertahan hidup (gaji yang cukup)..amiin..

Alur Hidupku · Diary · Ilmu · Motivasi

Biarlah terus berusaha dan takdir yang menjawab


Entah mengapa terlintas dalam pikiran aku untuk menuliskan judul tersebut. Mungkin karena kemaren orang tua nelpon dan menyatakan keinginan kepada kakakku, seperti teman-teman lainnya untuk belajar bahasa jepang dan bekerja di sana. Mendapatkan gaji yang besar (katanya) dan nantinya bisa dapat modal untuk usaha. Sedangkan aku yang mendengar keluhan malah jadi males untuk mengobrol lebih lanjut. Kata-kataku yang ke luar dari mulut pun terasa agak sedikit pedas, “Udahlah jangan banding-bandingkan dengan orang lain, biarlah dia menikmati kerjaannya sekarang meskipun hanya sebagai buruh pabrik, tetapi paling enggak dia sudah menjadi karyawan tetap, udah ah…aku males kalo ngomongin masalah kayak gini”.

Entah kenapa, aku juga merasa kalau ibu enggak ngerasain apa yang kami rasakan (#emosi sesaat). Aku yakin kami semua juga ingin membuat orang tua itu bangga, bahagia, tetapi….taukah jalan menuju ke sana juga sulit…

Sekarang aku juga harus memikirkan nasibku yang enggak tahu arahnya ke mana. Menurut kebanyakan orang kuliah di kampus ini terjamin (#iya mungkin). Biaya hidup selama kuliah di sini juga tidak sedikit meskipun uang semesteran gratis. Entahlah itu jadi pikiranku juga.

Ya ya ya ya….pikirku ini adalah bagian dari hidup, sebuah masalah yang mengusik hati dan memeras pikiran tetapi nantinya ketika menemukan solusi, insya Allah menentramkan hati (semoga..).

Aku tidak ingin menganggur, mencari berbagai sumber kerjaan di internet yang tak tahu itu bohongan atau bukan, mengirim lamaran lewat email ada yang membalas, ada juga yang tidak, ini juga udah aku lakoni. Selama masa menunggu pengangkatan (berharap cepat) paling tidak memperoleh pengalaman sesuai dengan bidangku dan juga bisa bertahan hidup. #Apakah ini berhasil..lihat saja nanti…

Entahlah…kata-kata yang sering aku ucapkan..

Tetapi, sebuah keyakinan akan selalu ada..

Banyak video-video motivasi yang bisa menambah keyakinan..

“Video anak yang bertanya kepada ibunya, apakah kalau sudah besar dia akan jadi sukses dengan kondisi cacatnya seperti ini…, apa pun jadinya nanti, yang penting tetap berusaha”

Allah tidak akan mengubah nasib seorang kaum, kecuali ia yang mengubahnya sendiri

Mungkin itu yang akan selalu tanamkan dalam benakku, terus berusaha-berusaha-berusaha-berusaha, sampai takdir menjawabnya…

Alur Hidupku · Diary · Ilmu · Kepribadian

Pria Menangis?Wajar kah?


Kali ini aku ingin coba menelisik mengenai tangisan. Kalau bicara air mata dari seorang wanita, itu sudah biasa. Sedangkan kalau pria??. Ini hanyalah pendapat pribadi penulis mengapa pria menangis, berdasarkan pengamatan tidak langsung, pengalaman sendiri, atau baca-baca referensi lainnya:

a) Sosok pria sebagai seorang kekasih, ia akan menangis, atau setidaknya terluka, kecewa, bersedih hati, jika:

* Ia tidak bisa membahagiakan wanita yang dikasihinya.

* Kehadirannya sama seperti ketiadaannya.

* Ia tidak bisa membuat wanita yang disayanginya tersenyum bahagia dan wajahnya berbinar ceria.

* Wanita yang dicintainya (ternyata) tidak mencintainya dengan sepenuh hati, atau hanya mencintainya dengan separuh hati.

* Wanita idaman hatinya hanya mencintai  saat memerlukannya, jika tidak sedang butuh… wanita itu berpaling ke pria lain.

* Ia melihat wanita yang dikasihinya sedang bermesraan, bergandengan tangan, berciuman, dan/atau berselingkuh dengan pria lain.

* Ia dibanding-bandingkan dengan pria lain, terutama dalam masalah status, pekerjaan, dan… uang (harta).

* Ia merasa dikhianati oleh wanita yang begitu dikaguminya dikasihinya, disayanginya, dan dicintainya.

* Ia ditinggalkan, dicampakkan, ditelantarkan, atau ditinggal pergi begitu saja, diputuskan secara sepihak oleh wanita yang amat dicintainya.

* Ia (merasa) dicintai oleh wanita yang salah, pada saat yang salah (di waktu yang tidak tepat), dan di tempat yang salah.

* Ia setia, namun kekasihnya tak setia.

* Cinta wanita kepadanya dihiasi dengan kepalsuan. Setelah semuanya tiada, pria itu ditinggalkan begitu saja.

* Cinta wanita kepadanya dibingkai dengan kehampaan.

* Ia terlalu dikekang atau diatur oleh kekasihnya.

* Ia harus selalu menuruti atau membenarkan semua kemauan, keinginan, saran, nasihat, pendapat dari wanita yang amat dicintainya.

* Wanita yang disayanginya berubah menjadi baik hanya jika “ada maunya”.

* Ia melihat wanita yang amat dicintainya sedang menangis atau bersedih hati.

* Ia tidak bisa membantu wanita yang dikasihinya saat wanita tersebut benar-benar memerlukan pertolongannya.

Disaat air matanya berderai-derai, itu tanda, bahwa dia sesungguhnya telah lelah berpikir. Akalnya sedang tak mampu diajak kompromi, dan lalu terjadilah air mata yang sebenarnya tak diharapkan oleh seorang pria.

Psikolog yang juga penulis buku “Tin Man’ William Juli, PhD menjelaskan bahwa pria menangis di belakang Anda, ini biasa terjadi. Artinya ia mendapat tekanan berlebih yang tak ingin Anda tahu. Misalnya sepulang kerja dia berubah sikap menjadi lesu dan tak bergairah dengan raut wajah sedih.

“Hal yang bisa Anda lakukan adalah bertanya dengan lembut dan mendengarkan keluhannya. Terjebak dalam depresi “mini”. Kebanyakan pria tidak dibiasakan mengekspresikan keadaan emosinya dengan air mata. Sebab itu bila air matanya telah keluar dia merasa telah mengalami krisis kecil dalam hidupnya yang akan menuntun ke keadaan depresi. Sebagai pasangannya, wanita harus bisa jadi sandarannya dalam keadaan seperti ini. Jangan pernah singgung kejantanannya dengan mempersalahkan air mata yang keluar. Tetapi menurut banyak penelitian tentang kejiwaan, Anda sebagai perempuan seharusnya bersyukur memiliki pasangan yang mudah menangis atau tak ragu mengeluarkan air mata meski di belakang Anda sekalipun.(*)sumber:  https://www.facebook.com/pages/1-1-I-LOVE-YOU/108135905888748

Menurut Pribadi penulis sendiri. Pria memang jauh lebih tegar daripada wanita, tetapi ketika pria sudah menangis, saat itu dia sudah sangat lelah sekali, dia sudah tidak mampu berfikir hingga air mata tak bisa dibendung lagi. Kesedihannya itu jauh lebih sedih dari apa yang dirasakan wanita.

Alhamdulilah, sebagai kaum pria,,itu masih wajar..

Pernah ku teteskan air mata duka, saat Dia meninggalkan kami selamanya

Pernah ku teteskan air mata sedih, saat Kakak pergi ke negeri orang, di balik kaca bus, ia mengusap matanya, mskipun ia memaksakan tersenyum.

Pernah ku teteskan air mata takut, saat ia sedang sakit, tanpa ada hadirku.

Pernah ku teteskan air mata ampun, saat teringat dosa-dosa selama ini

Pernah ku teteskan air mata bahagia, saat sedikit bisa membuatnya tersenyum bangga

Pernah ku teteskan air mata perpisahan, saat pertama kali ku harus pergi merantau meninggalkan ia sendiri. Senyum pura-pura aku tebarkan karena harus terus menggapai cita-cita. Saat itu ku tak mau melihat mukanya. Mukaku sudah merah dengan banjiran air mata tertahan. Di balik kaca bus, pria belum sepenuhnya dewasa ini, membawa koper berisi baju, ijazah SMK, dan bekal dari kerja keras ibunya. Akhirnya ku lambaikan tangan, tersenyum menangis. Setelah lama berjalan sudah tidak terlihat Wanita berjilbab itu, air mata banjir dengan derasnya, penglihatanku jd kabur karena air mata,  ku usap dengan sapu tangan. Orang tak kenal di sampingku melihatku aneh…tp biarlah pikirku..

Pernah ku teteskan air mata, saat tubuh ini sakit, tetapi ku tak mau dia terlalu kawatir, sehingga ku harus berpura-pura sehat.

Pernah ku teteskan air mata, saat diri ini mulai dewasa dan mengenal cinta…

Pernah menetes airmata, di balik pria perkasa 🙂