Aktivitas · Alur Hidupku · Diary · Umum

Kena Marah Wajib Pajak di Kantor, itu sudah biasa


Hari ini, kamis, 01 Oktober 2015 saya masih menggantikan tugas teman saya yang lagi diklat untuk menjadi petugas pendaftaran NPWP di TPT. Awal bulan sebagai awal harapan, mestinya saya berharap bisa menjalani hari ini dengan penuh semangat, dengan kelancaran tugas dan hari-hari yang mulus aja.

Sudah biasa kalau komplain WP terkait masalah pengeposan NPWP yang tidak sampai, kali ini masalahnya lain. Entah salah siapa, saya, dia, ato, mereka, ato mungkin waktu yang harus dipersalahkan…heheheh 🙂 . Tapi ini masalahnya cukup serius.

Kronologisnya, mungkin seperti ini. Wajib pajak mengajukan permohonan pengurangan sanski PMK-91. Syarat-syarat sudah dipenuhi. Mungkin WP waktu itu kurang begitu mengerti syarat-syarat apa aja yang harus dilengkapi saat permohonan diajukan. Sehingga pada saat permohonan awal, WP bolak-balik ke kantor untuk ngelengkapi itu semua. Ok…masalah itu sudah beres. TPT sudah terima berkas itu dengan keterangan lengkap. Dari TPT di teruskan ke petugas untuk mengecek kelengkapan dan selanjutnya diteruskan ke pejabat yang berwenang.

Selang beberapa bulan berlalu, aman-aman aja, adem ayem. Tiba-tiba di hari sebelum saya menulis cerita ini. WP mengadu ke kantor, dia Curhat kalau dia mendapat telepon dari pejabat yang berwenang, kalau harus ngelengkapi permohonan yang dulu diajukan. Dia minta bantuan ke saya untuk menjelaskan dan minta kejelasan orang yang telepon WP tersebut. Ok…dengan penuh kesadaran sebagai pegawai  😀 saya bersedia membantu, karena emang kewajibannya c…hehehe. saya telepon ke pejabat tersebut, minta kejelasan ini itu, ok..saya tau permasalahannya, meskipun sedikit bingung, karena saya merasa kelengkapan data sudah dipenuhi. Tapi yasudahlah gpp, ini masalah sepele, pikirku. Tinggal telepon WP njelasin untuk ngelengkapi kekurangnya. Dan itu pun sudah saya lsayakan, WP bilang besok hari mau ketemu saya. Dari ini saya berfikir WP paham dan akan beres masalahnya.

Hari besoknya, tepatnya tanggal 01 Oktober 2015, di mana saya senang karena gaji turun, hehehe tapi kepotong kredit bank..wkwkwk WP tersebut menepati janjinya untuk ketemu saya. Lucunya dia nanya ke kantor sebelah, yang namanya Bapak Mustofa mana?….kebetulan saya dengar pertanyaan wp tersebut, dalam hati…padahal kemarin kan sudah ngobrol sama saya. Segampang itu kah dia melupakan namsaya…haha #ngaco. Untungnya nama saya terkenal di antara pegawai yang lainnya (padahal sudah biasa sesama pegawai saling kenal). Lalu salah satu pegawai menunjuk ke arah saya “itu Pak…yang imut2 itu…. Dan WP itu akhirnya bertemu saya, setiap bertemu dia naroh tanda pengenal entah itu kepolisian, brimob atau apa, karena memang saya gak tau. Pikirku Maksudnya apa nih…biar saya tsayat kah…Dia menaruh kelengkapannya dan meminta saya untuk mengirimkan. Oke…siap Pak Komandan…Dan ternyata saya baru sadar yang dibawa ternyata bukan kelengkapan yang dimaksud. Salahnya saya nggk begitu memperhatikan. Sedangkan WPnya sudah pulang. Akhirnya saya telepon lagi WP tersebut, minta maaf dan menjelaskan sejelas-jelasnya, serinci-rincinya, berulang kali dan WPnya merasa udah ngerti dan fine dia mau balik lagi bertemu saya. Yang perlu diketahui yang bertemu dengan saya berulang kali hanyalah pihak yang disuruh orang yang saya telepon.

Siang mendekati dhuhur, dia datang. Dari Awal c…emang mukanya sangar, Badanya tegap, tapi kali ini mukanya tampak kesal. Akhirnya dia datang ke saya, bicara dengan nada tinggi, seisi ruangan TPT pasti dengar semua. Satpam melongo melihatnya, teman TPT yang lain terheran melihatnya, kantor sebelah juga asyik mendengar drama yang sedang saya pertunjukkan hari ini. Entahlah….untungnya kali ini saya bisa sabar mungkin karena inget puasa. saya sendiri juga bingung menaggapinya, WP sendiri bicara gak putus-putus, merasa kesal, merasa cape, merasa dipermainkan, ingin menuntut teman tpt saya, dll. Saya hanya senyum-senyum aja, dan pelan-pelan menjelaskan Salah satu teman TPT juga merasa kasihan dengan saya dan mendekati saya, nanyakan apa permasalahannya, dan dia mengajak masuk saya, bicara-bicara…biar  WPnya juga tenang dulu di depan. Akhirnya saya keluar lagi, dan memanggil bapaknya, saya jelaskan…begini begono begitu, dan dia minta nomor telepon pejabat tadi dan emailnya.

Hmmmmm….sebenarnya masalah gambang, WP cari arsipnya dan ketika ketemu tinggal dikirim via email…

okelah hari pertama di awal bulan oktober, terjadi drama emosi yang mengguncang hati dan pikiran saya.

Tarakan, 01/10/2015

Aktivitas · Alur Hidupku

Mundur..


Kadang kenyataan tak sesuai dengan harapan. Semangat tak selalu berbuah manis. Itu sudah menjadi rahasia Ilahi. Begitulah hal yang terjadi pada diri ini. Suatu saat aku mengharapkan suatu pekerjaan. Mencari ke sana ke mari seperti daun kering terpontang panting ke sana ke mari. Alhasil ahamdulilah Allah mendengarkan doaku, akhirnya aku bekerja. Pekerjaan aku lalui dengan semangat, lembur pun aku jalani. Tetapi entah kenapa, mungkin aku yang terlalu bodoh, gak ngerti tentang bisnis atau entahlah aku memutuskan untuk mengundurkan diri. Tetapi yang jelas keputusan itu dari bisikan hati terdalam yang mengatakan kalau ia tidak nyaman.

Sekarang aku di kampung, menemani ortuku satu-satunya, my mom.  Hmm…entahlah apa aku akan pergi lagi jika masa menunggu penempatan membuatku jenuh. Tapi di kampung akan aku isi dengan beternak dan kursus nyetir.. mudah-mudahan menjadi hari yang menyenangkan. Tapi ngeblog, harus jarang-jarang karena gak ada akses internet..owh 😦

Aktivitas · Alur Hidupku · Ilmu · Motivasi · Organisasi

Indahnya Kebersamaan di Masa Lalu


Siang tadi aku tidur dengan pulasnya. Mungkin karena kelelahan setelah lari-lari pagi di satu hari sebelumnya. Bangun tidur terus nyuci pakaian yang telah aku rendam sejak tadi pagi. Mau tak mau harus aku cuci sejak saat itu karena kalau tidak pasti jadi bau’. Setelah itu sholat ashar, mandi, dan bergegas menuju air mancur kampus STAN. Hmm bukan itu sebenarnya yang ingin aku ceritain.

Setelah pasca pernyataan resmi menjadi alumni STAN, hari-hariku dipenuhi dengan acara perpisahan. Dulu tak saling kenal, selanjutnya saling mengenal, kini akhirnya harus berpisah. Itulah yang namanya hidup.

Malam ini, badan agak terasa panas dingin. Mungkin karena tadi sore hujan dan aku kena sedikit rintikannya. Atau entah dampak terbawa suasana yang bisa disebut galau. Entahlah aroma bumi membuatku seperti itu.

Kubuka album foto dan rekaman video di laptop dari folder awal hingga akhir. Ku coba mengenang masa lalu. Ternyata begitu indah, hingga ku berfikir apakah esok akan bisa seindah masa lalu. Entahlah…yang jelas kenangan-kenangan dalam foto dan video itu membuatku senyum-senyum sendiri di kosan, bahkan tertawa dengan kerasnya. Tapi juga sedih. Mungkin terlalu melankolis jiwa ini. Memang harus diakui hidup yang dilewati bersama dengan sahabat, teman adalah hal yang luar biasa. Meskipun kadang ada cerita pahit, manis di dalamnya.

Foto waktu makrab kelas 1 P STAN, aku dikerjain dan diangkat bareng-bareng di taruh di atas pagar dari tanaman.

Foto waktu makrab 2S STAN, tak sengaja kita nyebur bareng-bareng di air terjun 🙂 basah deh…

foto makrab 3D  STAN di Tangkuban Prahu

Meskipun serius2 dan agamis, tapi pada nampang juga waktu jaket baru…hahaha jadi malu 🙂

hey Akh…berawal dari mentor 1 ke mentor lain, akhirnya kita dipertemukan, jaga silahturahmi ya… Allahuakbar!!!

foto waktu lulus capacity building…lega!!!! gak makan dimenitin lagi (jangan dirasakan, dorong pake air, sendok mencari mulut, bukan mulut mencari sendok..haha) 😀

Kepada kawan-kawanku tercinta, marilah kita songsong masa depan kita menjadi lebih baik lagi. Kenanglah masa-masa indah yang lalu, tetap jaga silahturahmi…semoga sukses!!! aamiin

Aktivitas · Alur Hidupku

Yudisium STAN DIII Akuntansi dan DIII Bea Cukai 2012



Pagi ini, Rabu, 3 Oktober 2012 suasana nampak beda di depang Gedung G kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Nampak berseri-seri di wajah mereka, para mahasiswa tingkat akhir DIII Akuntansi dan DIII Bea Cukai. Pakaian putih lengan panjang dan berdasi menambah aroma bahwa hari ini merupakan hari yang berbeda.

Hari ini merupakan yudisium mahasiswa DIII akuntansi dan DIII bea cukai. Artinya mahasiswa STAN secara resmi dinyatakan lulus dan bukan lagi menjadi mahasiswa melainkan alumni. Ibarat nikah ini adalah ijab qobulnya. 64 mahasiswa bea cukai dan 877 mahasiswa akuntansi hadir dalam acara ini. Sementara 3 mahasiswa Bea cukai dan 77 mahasiswa akuntansi gugur di perjalanan, entah mengulang atau dikeluarkan. Gedung G nampak penuh seperti saat awal ospek di tahun 2009 dulu. Bahkan dalam wujud yang sama, pakaian lengan panjang putih berdasi dan kepala agak botak. Tetapi kali ini lain, kali ini kita akan dilepas… 😦

Acara yudisium berturut-turut kurang lebih sebagai berikut. Jam 07.30 mulai registrasi. Selanjutnya 08.00 sudah memasuki ruangan dan duduk dengan rapi. Suasana saat itu masih agak ramai belum terkendali. Akhirnya untuk sedikit menenangkan keadaan, kami melakukan yel-yel hasil pelatihan Capacity Building di Makopassus Cijantung. Luar biasa!!!! panggung di goyang dengan alunan lagu yang agak tegas. Sebelum memulai ke acara kami berdoa (baca basmallah) dan menyanyikan 2 buah lagu andalan. Lagu pertama adalah Mars STAN. Liriknya kurang lebih seperti ini:

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Pandai menempa cita baja
Bagai lautan kami maju bersatu
Demi keuangan negara

*Kami mahasiswa pengabdi bangsa
Dengan Pancasila
Berdiri paling muka untuk
Indonesia tercinta

Tak mampu badai tak jua halilintar
Mengoyak citra kampus kita
Oh Indonesia inilah lengan kami
Siap membela demi bangsa

Back to*

Yah lumayan sedikit membuat kami bergelora. Lagu selanjutnya adalah lagu Indonesia Raya. Setiap menyanyikan lagu ini entah mengapa, hati ini terasa tersentuh, bulu kuduk merinding. Luar biasa membuat suasana terdiam.

Memasuki acara selanjutnya, yaitu mengenang masa-masa dari awal USM (Ujian Saringan Masuk) STAN, Ospek, kuliah, Capacity building hingga tibanya saat ini, kelulusan. Masa-masa itu ibarat “history of life” kuliah dengan penuh tugas, pengumuman setiap semester yang takut akan Drop Out (DO), tetapi dalam ketegangan itu ternyata penuh dengan kisah-kisah lucu dan bersahabat, kerja kelompok sampai malem, suka tidur di kelas, dsb. Hmmm…it’s so sweet memories.

Acara selanjutnya sambutan-sambutan, dimulai dari Pak Fadlil Usman selaku kepala pendidikan ajun akuntan yang secara gamblang menyampaikan selamat atas keberhasilan 3 tahun ini dan saran-sarannya, yang intinya tunjukkan bahwa alumni STAN adalah yang membanggakan dalam dunia kerja. Selanjutnya sambutan yang agak panjang dari Direktur STAN yaitu Pak Kusmanadji. Cukup menarik dari sambutan beliau. Beliau mengibaratkan kami semua adalah bayi dalam kandungan seorang ibu yang sudah siap melahirkan. Ibu di sini adalah STAN. Beliau mengatakan bahwa bayi tidak merasakan begitu sakitnya proses selama mengandung, kalau pun iya ya tidak seberapa dengan yang dialami ibunya. Yang aku tangkep di sini, mungkin STAN lah yang merasakan begitu kawatir/cemas bahkan mungkin sakit dengan isu-isu serta berita-berita yang memojokkan STAN. Tetapi sebagai ibu, STAN berusaha tetap menjaga dan memberikan yang terbaik buat calon bayinya. Dimulai dari sistem perkuliahan yang bagus, baik akademik, maupun moral dan kedisiplinan terus ditingkatkan. Jangan sampai hasil keluaran/kelahirannya tidak memuaskan dan mengabdi kepada negeri.

Dan acara yang ditunggu-tunggu adalah pengumuman peringkat. Pertama jelas diumumin 10 besar dari bea cukai maupun akuntansi. Untuk akuntansi IPK tertinggi 3,82, bea cukai 3, 76. Sedangkan IPK terendahnya, akuntansi 2,80, bea cukai 3,01. Setelah peringkat 1o besar diumumin, kini tinggal peringkat dari 11-67 untuk bea cukai dan 11-877 untuk akuntansi, luar biasa panjang buangettt alias lamaaa. Setiap yang disebut namanya harus maju dan bersalaman. Untuk para cumlauder selain bersalaman juga mendapatkan sertifikat. Dari cumlauder yang masuk 10 besar, selain salaman dan sertifikat, kayaknya dapat sejenis amplop.

Oya..sekedar informasi, untuk IPK cumlaude dan mendapat predikat terpuji untuk bea cukai sekitar 50% (kisaran jumlah lupa), sedangkan akuntansi 181 dari 877 mahasiswa. Alhamdulilah aku termasuk di dalamnya. Hehehehe 🙂

Kebahagiaan tak cuma itu. Ternyata uang ikatan dinas masih keluar yang 3 bulanan. Semula kami semua pesimis karena pikir kami uang itu digunakan untuk latihan di kopassus. Ternyata STAN masih peduli ma kami…hehehe 🙂

Puji syukur aku ucapkan kepada Allah atas nikmat yang dari kita lahir sampai nanti kita meninggalkan dunia ini, tiada terkira jumlahnya. Selain itu kepada keluargaku yang selalu ngedoain, agar aku bisa terus semangat. Special buat Mamakku yang menjadi wanita luar biasa meskipun tanpa kehadiran sosok suami sejak aku SMP. Aku bangga jadi anakkmu…. 😀 Doa emak selalu mengalir di darahku…

Semoga sukses kedepannya…aamiin.

Aktivitas · Alur Hidupku · Diary

Tinggal 10 Hari Mencari Gawean!!


Memang tidak mudah!! itulah pemikiranku saat ini. Bukan soal orang yang sedang galau mikirin cinta, atau anak kos yang galau karena uang kiriman ortu hampir habis padahal masih pertengahan bulan, atau galau karena ditagih-tagih uang listrik sama ibu kos. Ini lain lagi…. Ini kisah seorang mahasiswa yang sedang menunggu masa wisuda di kampusnya dan galau tentang masa depannya. Ini kisah ku yang galau mencari pekerjaan. Mengapa harus mencari pekerjaan? itu sebenarnya pertanyaan yang terbesit dari teman-teman, kakakku, orang lain dan pribadi aku sendiri. Beginilah nasib seorang mahasiswa kedinasan yang statusnya (gak jelas). Begitu bangga orang tua (ibuku, makasih karena selalu bangga ma aku, tapi..), orang-orang kampung ketika mendengar seorang mustofa, bisa kuliah gratis, suatu saat kerjaan dicarikan. Itu dulu…aku pun seneng mendengarnya, bukan berarti sombong. Aku orangnya selalu cemas. Bahkan sering aku menasihati ibuku, agar tidak pernah memberitakan tentang aku apa pun, entah itu kebaikan atau keburukan karena aku sedikit risih kalau menjadi bahan pembicaraan, meskipun itu hal baik. Aku takut berita tentang aku menjadi bumerang, bahkan mengganjal dalam perjalanan hidupku. Aku pengin hidupku itu tenang, berjalan sesuai dengan apa yang aku hendaki dengan aturan-aturan yang berlaku. Hemm jadi berlanjut ke mana-mana.. 🙂

Statusku saat ini, masih diombang-ambing. Kelanjutan setelah wisuda, masih belum jelas. Kapan ditarik kerjanya? bisa 1 bln, 3 bln, 6 bln, 1 thn, dst…tidak ada yang tahu.  Yang jelas menunggu Lulusan tahun 2011 yang statusnya sekarang masih magang. Oh my God..Allah..kapan tahun 2012?.Cuma berharap Menkeu, Pak Agus Martowardojo bisa sedikit berbelas kasih kepada kami para lulusan STAN seperti mantan Menkeu Ibu Sri Mulyani. Andaikan ijazah bisa ke luar? itulah harapanku..Emang kami sekolah dibiayai rakyat. Tetapi di masa menunggu, kami juga mau mencari kerja, dan tahu sendiri syarat utamanya adalah ijazah. Udahlah semakin runyam kalau dibahas berlanjut-lanjut gak akan habis..hehehe 🙂

Mungkin teman-temanku banyak ya biasa-biasa aja. Mau menikmati masa menunggu dengan liburan atau kegiatan yang lain. Aku pribadi tidak mau menganggur. Intinya mulai hari ini, waktuku tinggal 10 hari menjelang wisuda. Pastinya segala sesuatu akan berakhir setelah wisuda. Pertama, kosan sudah expired, mesti go out. Kedua, kiriman ortu juga stop sampai di sini. Ibu dan kakak yang insya Allah menemani aku pas wisuda pasti pasti akan memintaku pulang kampung kalau gak ada kerjaan. Hemm..pasti orang kampung akan bertanya? Wis rampung wisudane Mus?terus kerjane kapan?WOOOOOW…serem sekali kedengerannya. Terus di kampung mau ngapain? bertani gak bisa :(. Mudah-mudahan ada jalan. Aamiin…

Makanya, aku sebut mulai hari ini adalah tinggal 10 hari mencari kerja atau sekedar magang kerja karena ijazah gak keluar. Sebelum-sebelumnya udah usaha juga mencari kerjaan, ada yang memanggil untuk tes, tapi pas waktu itu mendadak, sedangkan aku masih berada di tempat mbakku. Okelah mungkin itu bukan rejekiku. Selanjutnya, ada yang manggil lagi, tetapi kayaknya kurang cocok. Bahkan ada yang membalas email  seperti ini:

Kepada Yth. Saudara Mustofa,
di Tempat
Terima kasih atas kiriman email Saudara dan telah menyampaikan maksud Saudara, Namun untuk saat ini, di tempat kami belum ada rencana untuk mengadakan program magang. Demikian kami sampaikan dan dalam sukses buat Saudara dan Teman-Teman.

Ok lah itu sebuah pengalaman, never mind..Cuma berharap bisa dapat tempat magang/kerja dalam 10 hari yang tersisa. Tempat magang di mana ilmu ini terpakai, dan aku juga bisa bertahan hidup (gaji yang cukup)..amiin..

Aktivitas · Alur Hidupku

Stroke Tak Mengubah Ketaqwaannya


Aku mengenalnya saat beliau menjadi guru tilawah saya di kelas 6 SD. Waktu itu usianya masih muda dan statusnya beristri. Sungguh menyentuh hati saya, ketika tahu bahwa beliau kena stroke. Saya nggak tahu apa ini cobaan dari Allah.

Ini adalah malam ke-2 saya sholat tarawih di kampung sejak mudik lebaran. Aku duduk di sebelah beliau. Kulihat mukanya dan badannya kelihatan agak mulai menua dan kurus. Biasanya beliau memakai sarung rapi, sekarang memakai celana panjang. Pikirku agar tidak merepotkan ketika harus ngebenerin sarung yang lepas dsb. Sungguh tak ku sangka dulunya beliau sehat bugar, sekarang jadi seperti in (hanya Allah yang Maha Tahu).

Yang lebih menggetarkan hati adalah ketika beliau takbirotul ikhrom. Tangannya gemetar diangkat, menahan rasa sakit di strokenya..Bagaimana  bila saya di posisi tersebut?mudah2an tidak..Tetapi saya sungguh tersanjung, meskipun kondisinya masih stroke, dia tetap menjaga ibadahnya dengan baik=baik 🙂

 

 

 

Aktivitas · Alur Hidupku · Keluarga

Surat untuk si gulita


Gulita,,ku tutup minggu ini bersamamu. Tapi sebenarnya bukan hari ini saja, melainkan hari-hari sebelumnya.

Seperti biasa dari 3 anak yang berpuasa, entah mengapa selalu aku yang bangun duluan. Padahal kalo hari-hari biasa, subuhan di masjid kadang-kadang. Hehehe. Mungkin ini jadi ladang pahalaku..aamiin :). Sebelum tidur aku pesan dulu sama adik kos, kalo mau pinjem motornya. Biasa…urusan Dosen Pembimbing. Tau nggak…aku sempet sebel sama Dosbing karena beliau sering batalin janjinya sendiri. Kayak lagu itu lho..”kau yang berjanji kau yang mengingkari”. Eits jangan liat jenis lagunya, liat isi kandungannya..haha kaya’ hadits.. :D.

Mulai jam 2.00 pagi sudah banyak deringan alarm yang saling bersahut-sahutan. Berbagai macam versi. Kamar depanku versi tulat tulit, sampingku versi inggris, ngebas-ngebas, sedangkan punyaku versi ngagetin..Tapi dari jenis suara itu, tetep aja gak ada yang buruan bangun. Pencet snooze trus. Akhirnya q yang bangun. Jalan gentayangan jam menunjukkan jam 3.00 lebih. Ku ambil air wudhu sholat tahajud. Udah deh gak ngantuk lagi..

Tugas pertama sholat sudah, mulai ambil duit, berjalan keluar, sambil ngetokin pintu teman-teman kos. Ketok sekali, sahur!!!!, dua kali sahur!!!, 3 sahur sahur!!!!!..baru mereka jawab ” iyo…suarane serak-serak ngiler..wkwkwk”. Seterusnya hingga pintu terakhir. Di luar sudah banyak orang ngantri mau beli makanan. Setiap ganti antrian, suara si penjual terdengar khas di telinga, “Bungkus atau makan sini”. Ku liat muka mereka satu per satu. Inilah wajah-wajah orang yg baru bangun tidur, batuk-batuk, suara serak, hidung pilek, campur aduk lah..haha :). Tiba giliranku, aku minta bungkus seperti biasa, nasi, lauk, sayur, kisaran 4.000-7.000, biasa…liat isi dompet. Wah ternyata, antrian masih panjang, jam menunjukkan pukul 3.30. Buka pintu tempat kos, nyalain TV. Eh…masih aja belom bangun ni orang..terpaksa bangunin lagi. Yang satu malah tidur lagi di kursi ruang tamu..hahaha.

Akhirnya mereka bangun, cuci muka, dan beli makanan. Bertiga duduk di karpet dekat TV. 2 orang lagi tidur, karena non islam. Tapi kadang ikut bangun, juga ikut sahur..hehehe. Pilihan channel adalah SCTV. PPT bikin ketawa dan penuh makna. Sambil ingetin cerita-cerita PPT seri-seri sebelomnya kami ngobrol.

Ada dering di HPku…kirain siapa??? bias Masberoku…Tapi kali ini bukan ingetin sahur..Nadanya cepat seperti kilat..”Cepat telepon mamak”, “Ono opo tho”, tanyaku. “Mamak pengin ngomong”, jawabnya.

Untung ada pulsa pikirku,,ku cari tulisan ” mami marinem” di kontak HPku..yah begitulah, setiap orang yg berkesan, pasti aku kasih nama yg agak sedikit nyeleneh. Padahal kan aku gak biasa panggil mami.., sampe tiga kali ku telfon, jawabnya sama “nomor yang anda tuju sedang sibuk, coba beberapa saat lagi”. keempat akhirnya tersambung.

M: Asalamu”alaikum

A: Wa’alaikum salam,, sambil makan.,,ono opo mak?

M: gak ono opo2, pengin ngerti kabare, udah selese rung Laporane?

A: Durung…hehehe. Doake ae yo..

M: pastiii, terus kapan mulihe?

A: Aduh, mbok yo ojo takon mulih terus…kiro-kiro tanggal 10-16 agustus.

M: lho suwe temen..

A: yo iyo…proses mak…

M: ngono tho…

A: piye mbangune omah, rampung?

M: geri setitik..

A: Oyo..aku arep wisuda..biayane kiro2 1 juta, termasuk 2 pendamping, bus menuju tempat wisuda. Bulan Oktober.

M: syukurlah takiro 10 jutaan..iso2..Eh tapi nganggo duitmu sik..ono tho ning tabungan..

A. yo ranganti 10 juta lah…koyo opo ae..tabunganku???yo iso c..tapi..ganti lho..hahaha

M: iyo..duite lagi kanggo nggo mbangun. Engko nek entuk sauran utang, tak ganti..

A: ok..hehehe 🙂

M: yowis ngono saur…selak rep imsak..

A: yoo..riko maem mbi opo

M: iwak…

A: Mossooook..tidak percaya (biasanya ben aku ra kawatir)

M: yakinlah sumpah..hehe

A: yowis, pulsaku mengko entek kie, takiro ono kabar opo? asalamu’alaikum

M:yo…wong tuo pengin ngerti kabar anake tho yo..wa’alaikum salam..

Cuma mau tau kabar orang tua telpon…maklum cumanya bisa nelpon, sms gak bisa..Tapi bahaya juga, kalo bisa sms, tiap waktu pasti di SMS..hahaha 🙂

yah udah jam 4.00 yang lain masih asyik makan dan nonton TV islam KTP..aku berangkat ke kamar mandi, cuci mulut, tangan, sms temen2, entah apa itu, dsb. lanjutin tadarus yang sering aku tunda-tunda…haha :). Eh subuh..kalo ada yg tidur lagi, bangunin lagi deh…bertiga akhirnya ke mesjid..

Ya begitulah moment-moment anak kos….yang kadang membuat kangenn.. semoga kita bisa terus berjuang di jalan yang benar bersama sama..

pagi jam 7 aku sudah mandi,,,gak seperti biasanya, kali ini air terasa dingin. Ini tanda lagi kurang enak badan. Ku paksa karena harus bertemu dosbing di sektor 9 yang sukup jauh. jam 8 berangkat naik motor ma temen-temen, masih nanya-nanya tempat janjiannya. Akhirnya sampe.. Alhamdulilah di acc..

Tapi…ini belom beres..ternyata ada salah format di penulisan yang sudah aku print 2 jilid (90 lembar per jilid). Bisa dibayangin..ini semua sia-sia. Strategi apa yang harus aku lakukan, berjam-jam tidak ketemu. Padahal udah sore..untuk yang lembar ttd dosbing, biarin udah salah. Kalau ganti harus minta tanda tangan lagi…No no no,, ini jalan yang salah. Biarin saja dulu, aku sms teman yang akan dinilai oleh dosbingku, aku pesen, kalau mau ketemu beliau sms aku, aku bisa nitip lembaran persetujuan ato ikut..ini agak menenangkan.

Tetapi,,,masih galau…aku harus ngeprint rangkap 2 berjumlah 90 lembar. Pikirku yasudahlah daripada nilaiku dari dosnil jelek, karena formatnya gak sesuai…udah go go go…semboyan “jer basuki mawa bea”..hahaha #lebeh.. akhirnya selesai juga waktu isya tiba, akhirnya gak bisa jamaah…aduh ya Allah, ketinggalan sholat isya, dan tarawih,,terpaksa tarawih sendiri di kos…wkwkwk

Tetapi, masih berharap, mudah2an dosbing dan dosnilku bisa memahami apa yang aku bahas di laporan, puas, dan memberi nilai memuaskan, meskipun ada format yang salah, mudah2an mereka tidak menganggap ini material…

Akhirnya,,duitku tinggal dikit…hmmm..kalo diitung-itung itu bisa beliin sesuatu yang aku janjiin ke mamak…yaudahlah segalanya milik Allah (pikirku),…

cape juga ya..hari ini..gulita memang tempatku bercerita. abis itu ku pejamkan mata… night…

Aktivitas · Alur Hidupku

Pak Sopir maaf…….


Sungguh waktu itu pagi yang dingin, tidak membuatku dingin seperti biasanya. Hawa panas malah menyelimuti tubuhku, hingga ke dalam pikiran terdalamku.

Bertiga dengan kawanku, yang dua-duanya cewek kita melangkah menstop angkot yang melaju. Tangan melambai….”Dek naik yang dibelakang aja dek”..Waduh ini bakalan ngetem berapa lama. Gak ada penumpang selain kami karena memang waktu liburan. Tapi terpaksa kami harus menuruti. Kami masuk dengan enggak enak juga, karena harusnya tadi langsung naik ke sini. Tapi pikirku, nggak salah..orang kita gak mau terlambat.

Jam sudah menunjukkan hampir jam 7 pagi. Angkot belum juga jalan. Jantungku mulai berdetak kencang. Panas semakin menyerang. Ku gerakkan jari-jari tangan seperti detak jam. Pikiranku semakin stresst, mataku melihat keluar angkot ke sana ke mari, berharap ada penumpang lain yang segera memenuhi angkot dan berjalan.

Tapi ternyata setelah beberapa menit yang panjang, nggak ada sama sekali penumpang lain. Aku pengin keluar berlari saja daripada menunggu angkot lelet ini. Tapi enggak mungkin juga..satu dua tiga…mulutku keluar dengan nada sedikit kasar…kromo, tapi sebenere kegok sama kromo…hahahah…”Pak saged cepet nopo mboten!!!” temen2 bilang “Sabar Mustofa”. Untung Pak sopir gak marah, hanya diem..gak bicara sama sekali…diem marah ato apa ya?hahaha 🙂

Eits..angkot pun cuma dinyalain, gak berangkat2 juga..tp beberapa lama kemudian jalan juga..lega…. tapi, masih kawatir ngetam di pasar. Meskipun marah2 aku tetep berdoa mudah2an banyak penumpang yang masuk karena aku tau mereka juga cari pendapatan untuk keluarganya..alhamdulilah penuh di jalanan..Pikirku untung jalan sekarang, kalau masih ngetem kan malah gak dapat penumpang, direbut angkot lain yang jalan dulu..

Pak sopir maaf ya…hehehe, tapi bener, sampai sana udah mau telat..kami berlarian ke tempat finger print..Satpam pun jadi bilang “Baru PKL aja udah mau telat!!!”,,,cengar cengir malu kan…hehehe 😀

Aktivitas · Alur Hidupku

Bertemu kembaran saat PKL di KPP Pratama Purworejo


Tak sengaja waktu aku PKL di KPP Pratama Purworejo ku dipertemukan dengan sosok lelaki yang umurnya 45 thn, penuh dengan keceriaan. Dia adalah Mustofa…Namanya sama dengan aku. Aku memanggilnya  Pak Mus…hehehe. Lucunya bukan aku yang  memulai memperkenalkan diri, tetapi beliau. Beliau menjabat tanganku, sambil menanyakan nama. Jawabku Mustofa, beliau langsung memperkenalkan namanya juga, “saya Mustofa”,,,cengar cengir deh aku. Beliau malah ketawa….hahaha 🙂 Dengan cirinya memakai kopiah, karena memang beliau sungguh beragama.

Beliau cukup membuatku dekat, karena memang beliau terbuka apa2 ma aku. Selain itu, waktu itu aku membantu kerjaannya. Hampir tidak pernah aku mengobrol dengan sosok pria dewasa layaknya seperti Ayah. Itu lah yang membuatku dengan dekat. Yang aku ingat adalah setiap jumpa dia mengharuskan jabatan tangan dulu, sambil senyum..Dia memang sosok yang ceria. Tetapi dibalik cerianya ternyata dia menyimpan kisah yang cukup membuatku terharu dan ikut prihatin.

Saat istirahat dia ada di ruangan lain di mana dia sering merefreshkan pikirannya dengan bermain game. Aku dekati dia, Dia langsung senyum. Yah bercanda-canda gitu..Orang-orang di sana sampai bilang ni orang dumeh jenenge podo, yo akrabe puol..hahaha..

Tanpa sengaja, aku menanyakan tentang keluarganya. Eh ternyata dia bilang dia belum mempunyai anak meskipun sudah lama menikah. Aku merasa menyesal menanyakan hal tsb kepadanya. Aku tatap mukanya, sosok ceria itu berubah sedikit duka, meskipun dia berusaha menutup-nutupi. Tangannya mengusap matanya, aku tahu sebenarnya air matanya mau jatuh. Tapi dia tidak ingin hal itu terjadi.

Meskipun begitu dia tetap bersyukur, mempunyai istri yang sholehah. Dia juga sudah mempunyai 5 anak angkat. Tetapi pikirku ya mudah-mudahan Allah bisa memberikan kesempatan dia mempunyai anak kandung sendiri. Aku tahu dia begitu merindukannya…hemmm…aku yakin dia sosok ayah yang baik, suami yang baik karena dia gak pernah menolak untuk membawa bekal dari istrinya..haha so romantic..katanya kalo bekalnya gak dimakan, istrinya entar sedih. Jadi dia selalu meluangkan makan, meskipun kadang dia sudah kenyang..

“yang aku ingat kata2nya, beliau tidak akan melupakan aku…hahahaha #jawabku geje, ya iyalah orang namaku sama…” eits..tapi aku tau waktu itu dia serius… 😀

Pak Mus, senang bertemu denganmu, banyak pelajaran kesederhanaan yang engkau ajarkan untukku…hehehe…terimakasih..

Aktivitas · Alur Hidupku · Diary

Are you ready Mustofa?


The afternoon saturday, commonly I go to my student house. It rained heavily, i came lately. But his mother always invite me  to speak each other. I am very happy to speak with her. She is a wife of National Armed Forces. She is religious, she makes me to love her. But not love to become my wife. I love about her loyality to her husband.

Hmmmm, Can i get a wife like her?I will always pray to Allah…hehehe amien..

I’m sorry i forget…She told about her younger brother. Her younger brother is an employee of tax office. She told about him, because she thought that maybe i will have same life with him.

She told many things, about moving from one place to other place. So she adviced me to stay praying to Allah, to enlarge “sholat sunah, tahajud, hajat, istiqarah, taubat” etc. In my mind…Am i ready to work in somewhere that far from my village?I don’t know, but i will always pray for my best, my family best.

But, much greater importance is i can get my wife who always loyal to me..like her..She always sit next to her husband, she always support her husband..I always dream about it…hahahahaha..