Alur Hidupku · Diary · Keluarga · Uncategorized

Kehidupan Baru (Menikah, 11 Agustus 2017)

mustofa dan haniAkhirnya saya memutuskan untuk menghalalin dia…  🙂 Itulah jodoh, awalnya sudah dekat dengan siapa, mecoba sama siapa, eh nikahnya sama dia. Tapi saya yakin memang ini jalan indah yang diatur oleh Sang Maha Pencipta, Allah. Alhamdulilah sebesar-besarnya saya haturkan kpd Allah SWT, Tuhanku yang memberikan anugerah keberanian kepada saya yang masih belum punya apa-apa, pegawai yang sdg ditugasin belajar, gajinya pas-pasan 😀 , untuk menikahin dia.

Bersyukur juga, saya dijodohkan dengan wanita yang tidak banyak nuntut apa-apa, saat saya tanyakan. “Kamu mau mahar apa?”, dan dia menjawab, “Terserah mas aja”. Begitu lega hati saya, karena kalo dia minta syarat ini itu…yah jelas saya gak ada…. 😀 .

Banyak ujian sebelum saya akhirnya mendapat restu nikah dari keluarga. Jelas….di daerah saya ataupun keluarga saya masih menganggap so dangerous, kalau ada orang yang berani nikah dengan wanita berkebangsaan Sunda. Awalnya kuping saya panas dengan tetangga satu bilang ini…”hmmm…hati2 nikah sama orang sana, kebanyakan gak langgeng”, tetangga 2 bilang “Udahlah cari aman, itu yang nikah sama orang sana, hartanya habis…diporotin..”, tetangga 3 bilang “emang gak ada apa gadis di sini yang cantik…sampe nyari yang jauh…”Temen banyak yang bilang….”wuedan…berani kali kau nikah sama orang sana….berapa besar mahar kamu…” Lama kelamaan, saya pasrah aja, kalau memang dia jodoh saya, yasudah saya jalani. Memang saya baru sedikit mengenal dia, hanya kisaran 7 bulan untuk mengenal keluarga dan dia sendiri sampai ke pernikahan. Tapi saya hanya percaya apa yang Allah tunjukkan saat itu dari doa2 saya ketika saya istikharah dan meminta “Ya Allah tunjukkan jodoh saya”.

Toh…akhirnya lama kelamaan prasangka orang tentang yang dipikirkannya mulai keliatan salahnya. Melihat bagaimana akhirnya pernikahan saya dengan dia, melihat bagaimana sikap dia, keluarga mertua saya, dll. Memang banyak sekali perbedaan budaya, gaya hidup, banyak sekali. Ya saya harus menghormati itu saat di keluarga dia. Dan tugas saya sebagai suami, untuk ngasih tau istri, kalau di jawa seperti ini, kalau saya dan orang jawa kebanyakan sukanya seperti. Jadi saling kasih pengertian saja.

Untuk dia yang menjadi istriku sekarang, teruslah bersabar dengan ujian hidup, ujian rumah tangga, ujian apa pun. Ingatlah pernikahan bukan main-main, dan saya juga gak main-main menikahimu. Semoga Allah selalu bersama keluarga kita. Amiin.. i love u neng hani. Semoga segera di kasih anak bertitel madani…. yang sholeh, sholehah, sholeh, sholeha,

Kontrakan, Kebon Jeruk, 18 Sept 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s