Teori ikhlas memang lebih mudah dibandingkan prakteknya. Ya begitulah yang saya rasakan selama ini. Butuh waktu lama dan alasan yang kuat untuk kita bisa bilang ikhlas. Umpamakan kita akan melakukan sedekah/amal, kita pasti sedikit berfikir lama untuk sedekah/amal dengan nominal yang besar. Selain itu butuh alasan yang kuat (tulus mengharap Ridho-Nya) agar kita bisa ikhlas dalam melakukan sedekah/amal tersebut.

Begitu juga dengannya. Setelah sekian lama kita saling mengenal satu sama lain. Hubungan semakin dekat bahkan rencana-rencana bahagia sudah terukir bersama, tak mudah bagi saya untuk merelakan dia pergi meskipun kata usai sudah terucapa lewat bibir kita berdua.

Iya…memang saya lah yang tak merelakan dia pergi. Saya lah yang berusaha meyakinkan dia untuk kembali dan mengharap kata maaf dia beri, dan saya juga lah yang berusaha untuk setia menanti dia kembali sampai waktu yang tak pasti.

Tapi, tidak untuk dia…

Dan akhirnya, tibalah waktunya kesabaran saya sudah tidak mampu untuk mengharapkannya kembali. Tulus…selama ini yang saya berikan, lama kelamaan akan pupus termakan oleh acuhnya dia…

Itulah alasan yang kuat buat saya membuka hati, mungkin memang kita tidak berjodoh…

Bandara Adisutjipto, 13-07-2016