Aktivitas · Alur Hidupku

Bertemu kembaran saat PKL di KPP Pratama Purworejo

Tak sengaja waktu aku PKL di KPP Pratama Purworejo ku dipertemukan dengan sosok lelaki yang umurnya 45 thn, penuh dengan keceriaan. Dia adalah Mustofa…Namanya sama dengan aku. Aku memanggilnya  Pak Mus…hehehe. Lucunya bukan aku yang  memulai memperkenalkan diri, tetapi beliau. Beliau menjabat tanganku, sambil menanyakan nama. Jawabku Mustofa, beliau langsung memperkenalkan namanya juga, “saya Mustofa”,,,cengar cengir deh aku. Beliau malah ketawa….hahaha 🙂 Dengan cirinya memakai kopiah, karena memang beliau sungguh beragama.

Beliau cukup membuatku dekat, karena memang beliau terbuka apa2 ma aku. Selain itu, waktu itu aku membantu kerjaannya. Hampir tidak pernah aku mengobrol dengan sosok pria dewasa layaknya seperti Ayah. Itu lah yang membuatku dengan dekat. Yang aku ingat adalah setiap jumpa dia mengharuskan jabatan tangan dulu, sambil senyum..Dia memang sosok yang ceria. Tetapi dibalik cerianya ternyata dia menyimpan kisah yang cukup membuatku terharu dan ikut prihatin.

Saat istirahat dia ada di ruangan lain di mana dia sering merefreshkan pikirannya dengan bermain game. Aku dekati dia, Dia langsung senyum. Yah bercanda-canda gitu..Orang-orang di sana sampai bilang ni orang dumeh jenenge podo, yo akrabe puol..hahaha..

Tanpa sengaja, aku menanyakan tentang keluarganya. Eh ternyata dia bilang dia belum mempunyai anak meskipun sudah lama menikah. Aku merasa menyesal menanyakan hal tsb kepadanya. Aku tatap mukanya, sosok ceria itu berubah sedikit duka, meskipun dia berusaha menutup-nutupi. Tangannya mengusap matanya, aku tahu sebenarnya air matanya mau jatuh. Tapi dia tidak ingin hal itu terjadi.

Meskipun begitu dia tetap bersyukur, mempunyai istri yang sholehah. Dia juga sudah mempunyai 5 anak angkat. Tetapi pikirku ya mudah-mudahan Allah bisa memberikan kesempatan dia mempunyai anak kandung sendiri. Aku tahu dia begitu merindukannya…hemmm…aku yakin dia sosok ayah yang baik, suami yang baik karena dia gak pernah menolak untuk membawa bekal dari istrinya..haha so romantic..katanya kalo bekalnya gak dimakan, istrinya entar sedih. Jadi dia selalu meluangkan makan, meskipun kadang dia sudah kenyang..

“yang aku ingat kata2nya, beliau tidak akan melupakan aku…hahahaha #jawabku geje, ya iyalah orang namaku sama…” eits..tapi aku tau waktu itu dia serius… 😀

Pak Mus, senang bertemu denganmu, banyak pelajaran kesederhanaan yang engkau ajarkan untukku…hehehe…terimakasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s