Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Seringkali ketika melaksanakan sholat jum’at,khatib mengambil tema tentang sholat. Pelajaran itu mungkin sudah sering kita dengarkan baik itu dari mentoring, halaqah, pengajian, dsb. Tetapi mengapa selalu diulang-ulang. Jawabannya adalah karena begitu pentingnya sholat baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Amalan yang dihitung pertama kali di akhirat adalah sholat

Itulah yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Apalagi sholat itu hukumnya wajib. Meskinya kita sadar dan tahu kalau kita meninggalkan sholat, hukumnya adalah dosa. Tetapi kadang saya heran banyak sekali orang yang menyepelekan itu. Banyak orang lupa ketika berada dalam kenikmatan dunia, ketika sedang asyik bersenang-senang. Mudah-mudahan kita bisa menjaga sholat kita. Jangan lupa juga, sholat sunnahnya. Sempatkanlah!!!!

Sholat adalah tiang agama dan kehidupan

Kita bisa menilai seseorang, apakah dia itu muslim sejati atau bukan, pertama kali lihat sholatnya. Sangat kelihatan sekali ketika adzan berkumandang, dia segera pake sarung pergi ke masjid atau mushola. Ketika sudah waktu sholat, saling mengingatkan untuk sholat, dsb.

Sholat juga merupakan tiang kehidupan. Bayangkan jika kita hidup berumah tangga, tetapi tanpa dihiasi kegiatan sholat dan ajaran agama lainnya. Sangat mengerikan sekali. Ketika tiba suatu masalah, tidak ada tempat menenangkan diri, akhirnya lewat jalan keluar lainnya yang tidak halal, mabuk-mabukkan, judi, dsb. Rumah tangga bakalan berantakan.

Maka dari itu, marilah kita jaga sholat kita, sholat jamaah kita bagi laki-laki. Inget pesan orang tua di kampung, “jangan tinggalkan sholatnya ya nak”. Jangan karena nggak ada yang lihat seperti waktu kita ada di kampung, di rantau malah meninggalkan sholat. Ingat Allah lihat kita lho, dan ada malaikat yang selalu mencatat amal perbuatan kita. :D


Ketika kita diberi suatu tugas oleh atasan dengan jangka waktu tertentu, kadang kita berfikir kalau kita tidak bisa melakukannya, waktunya terlalu cepat. Bahkan jika waktunya lama, kita malah menunda-nunda mengerjakannya. Inilah suatu penyakit yang bisa membuat hidup kita berantakan. Memulai itu sesuatu yang sangat sulit dilakukan.

Seringkali kita mendengar anjuran dari orang tua, dosen, guru, sahabat, teman, dan dari orang lain untuk memulai kegiatan kita dari sekarang, jangan sampai kita baru mengerjakannya di akhir-akhir. Tapi sering dari kita tidak mengindahkan nasihat tersebut. Baru ketika pekerjaan kita terbengkelai,
kita merasa sadar,”mengapa ya, enggak aku  mulai dari dulu-dulu”. Itu sudah terlambat pastinya.

Oleh karena itu, lebih baik kita mulai kegiatan kita di awal-awal. Memang memulai itu sulit. Tapi yakinlah ketika kita sudah memulai, kita bisa termotivasi. Jadi yang menjadi langkah pertama kita adalah paksakan kita untuk mulai mengerjakan tugas-tugas kita, lawan godaan-godaan apa pun itu. Selanjutnya mulailah kita melakukan kegiatan itu secara rutin, meski sedikit demi sedikit. Dari situ kita akan menemukan hal yang membuat kita tertarik untuk terus mengerjakannya. Di situlah motivasi mulai muncul.


LILIN KECIL BERCERITA:

      Dunia ini memang tak selamanya menjadi milik kita, di satu tempat kita bisa menjadi orang yang besar atau lilin besar, tetapi di tempat lain hanya menjadi lilin kecil yang tak ada nyala api, tak berguna sama sekali. Tapi apa benar demikian?

      Sebuah pertanyaan, jika orang bijak yang menjawab, pasti jawabannya salah, tiada istilah kita ini hanya rakyat jelata, kita ini hanya pengikut saja. Itu hanya persepsi kita. Meskipun hanya sebuah lilin kecil, tapi juga bermanfaat. Lilin kecil mempunyai kekeindahan dibandingkan lilin besar.  Lilin kecil bisa dimanfaatkan untuk pesta ulang tahun dan pesta yang lainnya.

      Begitu juga dengan kita, ketika kita merasa menjadi orang kecil. Anggaplah ini sebuah keindahan hidup. Kita bisa belajar memaknai hidup sehingga kita tidak akan pernah terjatuh dalam jurang keterpurukan. Hidup kalau hanya di satu tempat dan stagnan atau kata lainnya itu-itu saja maka tiada istilah pembelajaran. Belajar itu indah seperti hidup yang penuh warna senang dan sedih.

      Untuk para lilin besar, janganlah engkau menjadi sombong, mari sama-sama kita menerangi kehidupan. Tidakkah engkau tahu, lilin yang kecil pun bisa menjadi lilin yang lebih besar dari engkau, ketika mereka berkumpul bersama-sama untuk satu tujuan menerangi kehidupan. Tapi…bukankah lebih balik kalau kita kerjasama???  :)

Rasa


Tuhan yang maha cinta
ijinkan hati ini terbuka
ijinkan mata ini menatapnya
ijinkan rasa ini ungkapkan semua
untuk kawan yang sangat berharga
Kawan…
Bolehkah amarah darah mendidih ku tumpahkan
Bolehkah benci hati terdalam ku curakan
Bolehkah air mata ku teteskan
Bolehkah semua rasa ku ungkapkan
Sindiran celaan ejekan selalu terdengar
Kata pedas bukan lagi tak terumbar
Jadikan hati ini sakit, perih, tapi kekar
Ku tahu kawan, kita kans elalu sadar
Semua ini hanyalah teguran dan saran yang besar
Teringat kala warna warni hadir di perjalanan kita
Tangis hujan mengguyur saat bersama
Saat itu kita terperosok dalam jeritan duka
Hati merintih senyum menipis bibir diam seribu bahasa
Tapi ingatkan kita..
Meskipun hanya diam, hati kita berpelukan saling menyapa
Selesaikan segala masalah yang ada
Esoknya langit menjadi cerah
Mendung menghilang di segala arah
Senyum, tawa bahagia menjadi kisah
Lupa duka, tangis, amarah dan masalah
Hanya ada ceria tak ada lagi gundah
Hingga terasa lelah, lelah, terus lelah
Sampe mata terpejam bermimpi indah
Tuhan yang maha cinta
Jika boleh mengandaikan rasa
Kita masih enggan untuk rela
Melepas kawan-kawan tercinta
Teriakan kan membumbung di angkasa
Tidak…Tidak bisa…
Kita masih ingin bersama
Tapi kawan, dunia ini sangat luas
Pertemuan kita pun terbatas
Apa daya tangan kalian harus ku lepas
Langkahkan diri di alam bebas
Gapai cita-citamu teratas
Sampai jumpa sahabat kelas
Kenanglah kita sebagai emas
#karya sendiri dan ditampilkan oleh teman waktu kuliah…(sempat merinding, dan menyentuh hati), tapi seneng bisa ditampilkan… :D

Inilah sebuah keyakinan yang berusaha saya tanamkan dalam diri ini. Meskipun kadang penerapannya belum tentu benar. Masa-masa muda adalah masa-masa di mana kita akan muncul sebuah pertanyaan tentang siapa yang akan jadi pendamping kita, bagaimana awal bertemunya, di mana kita akan dipertemukan. Sesuatu yang sangat sering ditanyakan dalam pribadi seseorang termasuk saya.

Oh tidak…istilah jadian sudah pernah saya alami, ditembak, menembak, ditolak, menolak, itu pun juga sudah saya alami. Toh nyatanya gak ada yang langgeng. Saya gak tahu mengapa ini terjadi, saya gak tahu kenapa orang gampang jatuh cinta, cari pengganti sana sini, saya gak tahu mengapa orang lain pacarannya awet, sedangkan saya [....]. Saya gak tahu mengapa mereka ikhwan dan akhwat bisa berprinsip tanpa pancaran. Banyak orang yang pacarannya damai, mengapa dalam rumah tangganya harus bercerai. Saya gak tahu benar-benar gak tahu.

Ya Allah, sungguh jiwa dan raga ini ingin Engkau sebut sebagai orang yang beriman, bertaqwa. Sungguh jiwa dan raga  ini ingin terhindar dari laknatMu. Peristiwa lalu biarlah berlalu, peristiwa lalu biarlah menjadi tuntunanMu. Sungguh Engkau berjanji akan menemukan pasangan-pasangan yang sejenis dengan hambaMu. Entah itu kapan, di mana, siapa…

Mungkin ini yang jadi pintaku. Bila menurutMu diri ini belum siap dipertemukan dengan pasanganku, hindarkanlah godaan nafsu syaitan yang merasuk dalam pikiranku untuk mengagumi seorang wanita. Tuntunlah hamba untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, hadirkanlah sahabat muslim-muslim sejati, sibukkanlah dengan pekerjaan-pekerjaan halalMu. Sampai diri ini bisa Kau anggap siap…

Bila diri ini sudah mampu, hadirkanlah wanita yang sudah Kau gariskan menjadi bagian dari tulang rusukku. Hadirkanlah dia sebagai jalan menuju derajat taqwaMu yang tinggi.  Dan segerelah persatukan kita dalam ikatan rumah tangga untuk menghindari zina.

My noodle every night


Hey….this is my noodle. If i want to fast in monday and thursday, i often make it. It’s very easy to make it. You only buy one of noodle products, then you boil water enough by electric heater . If water came to the boil, you put it into electric heater. Wait seberal minutes until the noodle be flexible. The last you lift the noodle from heater and put it in the bowl.  This is very delicious food in my board. But if I am at home, my mother will always cooks much more delicious food of all for me. But it’s no problem. Fasting is very useful for me. It can make me be patient because i can mortify my flesh. It also makes me to be aware that i must say thanks to Allah. Fasting is suggestion from my prophet, Muhammad SAW. So if you do His suggestion you will get reward from your God, Allah. So….let’s fast in monday and thursday…hehehehehe :)


Seorang wanita muslimah bernama Dewi, saat itu sedang ziarah kubur Almarhum suami pilihan orang tuanya. Bunga melati sebagai tanda kehadiran, ia taburkan di atas makamnya seraya mengucap doa. Tangisan pun tak terbendung karena selama ia jadi istrinya, ia belum bisa mencintainya dengan tulus. Topengnya adalah wujud pengabdian dia kepada suami sesuai perintah agama. Ia baru bisa berterus terang di hadapan kuburnya saat itu.

Sekali lagi ia menaburkan bunga sambil merangkul hati untuk minta izinnya kembali ke pria yang selama ini ia cintai. Albert namanya, anak seorang pendeta. Sepuluh tahun sudah ia tak bertemu dan mendengar kabar Albert sejak pernikahannya. Yang tersisa hanyalah kenangan dan bunga mawar dari Albert yang sudah tersimpan seumur pernikahannya dalam kotak kecil. Ia cari kotak itu di lemarinya. Dengan gemetar ia membukanya, saat itulah terbayang Albert, kekasihnya  yang menyengat jiwanya.

“Simpan bunga kering ini, sampai kau terbebas dari belenggu”, kata Albert. Kata-kata itu masih teringat jelas dalam pikiran dewi. Ia juga mengingat salam perpisahan dari Albert, “Kalau sampai waktunya nanti, kalau kita memang jodoh sejati, kirimlah bunga ini padaku kembali dan aku akan datang padamu. Aku janji!. Kalimat ini menjadi penyemangat hatinya untuk kembali menemui Albert.

Awal kisah cinta terlarang Dewi dan Albert ketika mereka ada dalam satu kampus seangkatan. Mereka mulanya bersahabat bahkan dari kecil. Mereka lahir di sebuah desa terpencil dan sering bermain bersama. Yang tak terlupakan mereka adalah saat menyeberang sungai bersama dan jembatan bambu yang mereka lewati patah. Akhirnya Dewi tercebur dan pahlawannya adalah Albert. Meskipun banyak teman lainnya saat itu. Albert  adalah seorang yang lembut hatinya, meskipun sedikit liar tentang pandangan suatu agama. Dari bersahabat tumbuhlah rasa cinta, perbedaan agama tak menjadi tembok penghalang. Sebenarnya dewi juga berfikir bahwa ini adalah suatu perbuatan yang terlarang. Bahkan tergambar jelas dalam AL-quran  “ Ia (Allah) yang menciptakan bagimu pasangan dari jenis kamu sendiri” [QS: Ar-Rum ayat 21]. Sehingga kadang ia berfikir bahwa Albert bukan jodohnya.

Apa yang Dewi pikirkan akhirnya jadi kenyataan. Ayahnya yang taat kepada ajaran agama tidak menyetujui hubungan dia dengan Albert. Ia mengungkapkan kepada Dewi kalau ia tidak ingin mendapat murka Allah karena membiarkan titipanNya menempuh jalan sesat. Pembicaraan ini akhirnya berujung kepada perjodohan Dewi dengan Joko. Mulut dewi terkunci tak bisa menjawab apa-apa. Keinginan hati untuk memberontak tetapi ini tidak mungkin. Tambah lagi titah Ibunya yang memperlihatkan pengorbanan Ayah Dewi untuk keluarga, membuat dia tak mau menjadi anak durhaka.. Akhirnya ia memutuskan untuk terima perjodohan itu dan menikah dengan Joko.

Meskipun ia memutuskan menikah dengan Joko, hatinya tetap saja masih dilanda kebingungan. Kadang ia beranggapan agama hanyalah tradisi. Ia bisa saja tidak mengikuti tradisi itu. Toh ada juga pandangan lain yang menerima pernikahan beda agama. Tetapi ia menyadari kalau dalam ajaran agama yang sudah ia benam dalam hatinya ia mesti menikah dengan seorang santri juga. Putusan ini ia mantapkan karena Joko selain seagama, ia juga cerdas dan santun. Dia berharap seiring berjalannya waktu ia akan bisa mencintainya dan hidup rukun.

Akhirnya pernikahan meriah itu terjadi. Mereka hidup dalam satu keluarga. Joko bekerja sebagai Pegawai negeri biasa, sedangkan Dewi sebagai karyawan swasta. Keluarga mereka tenang-tenang saja. Tetapi ketenangan dan kealiman Joko malah membuat Dewi jadi beku. Hatinya belum bisa dimiliki. Pernikahan ini sudah berlangsung 9 tahun tetapi Dewi belum juga hamil. Di tahun tersebut Joko malah sakit berkepanjangan. Sebagai istri yang baik dalam ajaran agamanya, ia akhirnya keluar dari pekerjaan dan merawat suaminya. Ia berdoa semoga suaminya sembuh, tapi ini bukan cinta pikirnya, melainkan hanya wujud bakti belaka. Tiba waktunya vonis dokter mengatakan umur suaminya tidak lama lagi. Joko akhirnya menghembuskan nafasnya terakhir. Dewi merasa bersalah karena ia tetap gagal mencintai suaminya meskipun ia berusaha keras menjadi istri yang baik dan setia. Inilah perjalanan rumah tangga dewi dengan joko.

Sudah setahun Dewi menjanda. Pikirannya telah dirasuki bahasa indahnya filsafat dan sastra yang menaklukkan nuraninya. Dia mulai mengenang masa-masa indahnya sebagai mahasiswi di kampus.

Setelah dibukanya kotak kecil berisi bunga mawar kering, saatnya dewi menyampaikan niatnnya kembali ke cinta lamanya, Albert. Orang tuanya tetap pada putusannya kalau mereka tidak setuju jika ia kawin beda agama. Nurani dewi yang sudah terhipnotis cinta membuatnya tetap pada pendiriannya. Ia sudah tak pedulikan agama dan orang tuanya. Maka diposkannya bunga itu ke alamat Albert. Lama tak terjawab hati dewi mulai bertanya, “Apakah janji sudah dilupakan?”.

Tibalah sore hari tak terduga itu, seorang ibu Albert mengetuk pintu. Begitu kagetnya si Dewi. Saat itu juga Ibu Albert memeluknya dan mengatakan kalau sejak pernikahan itu terjadi, Albert melalang buana. Gunung demi gunung ia daki. Sampai akhirnya ada kabar kalau ia meninggal dunia di sebuah gunung dan dimakamkan di sana. Suara Ibu Albert terbata-bata menahan tangis sedang dewi menjerit sekuatnya sambil memeluk kuat Ibu itu. Ibu itu selanjutnya menunjukkan surat Albert sebelum pendakian terakhir teruntuk seseorang yang sudah kirimkan kuntum bunga mawar. Tak sabar, dengan tangan gemetar Dewi membuka surat itu.

Dewi,…

Mungkin sudah kaukirim kembali

Bunga kering itu sekarang.

Tapi yang akan kauterima

Hanya surat ini.

Aku tak berniat mengingkari janji!

Aku sekarang mungkin di alam lain

Dan janjiku tetap seperti dulu:

Cintaku hanya untukmu

Yang tak sampai hanya karena kita beda agama.

Dipeluk dan diciuminnya surat itu berkali-kali hingga basah. Hati dewi menjerit tak kuasa. Tapi hatinya tahu, inilah takdir Tuhan yang terbaik.

#LOMBA REVIEW PUISI ESAY DENNY JA#